Mohon tunggu...
Candra Permadi
Candra Permadi Mohon Tunggu... r/n

r/n

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Belajar Memahami Bahasa Perjanjian dari NBA dan MLS

26 Mei 2020   16:32 Diperbarui: 23 Juni 2020   07:57 144 8 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar Memahami Bahasa Perjanjian dari NBA dan MLS
Tangkapan layar (nba.com)

Kompetisi NBA musim ini memang sedang diliburkan, entah untuk sementara atau sampai akhir musim. Berita terbaru sih bilang klo NBA mungkin akan bergulir kembali sekitar akhir bulan depan atau depannya lagi, kemungkinan dengan tiga penyesuaian mencolok. 

Pertama, pertandingan kemungkinan besar diadakan tanpa kehadiran penonton. Dua, setiap tim mungkin hanya akan menyelesaikan 70 dari 82 pertandingan yang sudah direncanakan. Tiga, pertandingan mungkin tidak akan dilaksanakan di kandang masing-masing tim melainkan di satu area yang memungkinkan beberapa pertandingan bisa dilakukan bebarengan di satu waktu. 

Kemungkinan area tersebut adalah Walt Disney World Resort di Orlando. Selain tempat yang luas, Walt Disney World juga dilengkapi fasilitas akomodasi yang memadai sehingga  masing-masing tim nggak harus terbang ratusan kilometer untuk bisa bertemu tim yang hendak dihadapi.

Terlepas dari urusan teknis pertandingan, sebenernya kita masih bisa belajar hal lain dari NBA selama masa liburan ini. Salah satunya belajar bahasa kontrak dari Collective Bargaining Agreement NBA atau di mari dikenal dengan Kontrak Kerja Bersama Pemain NBA, selanjutnya disebut KKB saja.

KKB ini mengatur hak dan kewajiban pemain NBA yang memang berada di bawah naungan National Basketball Players Asociation yang sekarang diketuai Chris Paul. Sebagai orang yang bukan anggota NBPA, mungkin kita bertanya-tanya, ngapain juga kita belajar bahasa kontrak dari KKB mereka. Jangan salah, bahasa kontrak sebagaimana bahasa hukum lain punya gaya yang khas.  

Banyak sekali frasa atau istilah yang berulang. Artinya frasa tersebut bukan hanya bisa ditemukan dalam kontrak kerja bersama pemain NBA saja, melainkan juga kontrak secara umum.

Bagi sebagian orang bahasa kontrak dinilai bertele-tele. Satu ketentuan sederhana  kadang harus disampaikan dalam tiga sampai empat baris kalimat bahkan lebih. 

Wajar, karena bahasa kontrak bersifat mengikat jadi kontrak ditulis secara detail agar diharap nggak ada ketentuan yang terlewat. Bahkan frasa "dan/atau" perlu ditulis lengkap agar maksudnya nggak berubah. Akrabin aja frasanya karena frasa-frasa itulah yang sering kita jumpai berulang.

Misal frasa yang diambil dari pasal Jangka Waktu Perjanjian pada Kesepakatan Kerja Bersama MLS    "shall remain in full force and effect until..."  yang berarti "akan tetap berlaku dan mengikat hingga ..." atau "shall be binding upon and inure to the benefit of..."  yang berarti "bersifat mengikat dan berlangsung demi kepentingan...".

Kalau kita anggap bahwa frasa di atas masih kurang umum, kita bisa melihat  frasa "hereinafter refers to as" yang kurang lebih berarti "selanjutnya disebut sebagai..." Frasa ini biasanya digunakan ketika ada penyebutan istilah yang berulang. Untuk mempermudah penyebutan biasanya, dalam perjanjian, frasa itu sering dibawa-bawa.

Frasa lain yang kadang juga sering nongol adalah frasa "unless otherwise stated" yang kebetulan dalam KKB NBA kali ini muncul dalam kalimat 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN