Mohon tunggu...
Candra Permadi
Candra Permadi Mohon Tunggu... Penerjemah - r/n

r/n

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Masa Depan New York Knicks

3 Mei 2019   23:15 Diperbarui: 5 Mei 2019   19:03 1100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pemain yang tampil konsisten pagi tadi justru alumni San Antonio Spurs, Kawhi Leonard dan Danny Green. Keduanya nyaris sulit dihentikan. Leonard bahkan sempat mempertipis ketertinggalan Raptors antara enam sampai empat angka sebelum kembali dijauhkan menjadi 18 poin oleh kombinasi Jojo dan Jimmy Butler. Kebetulan keunggulan Sixers kembali melebar begitu Jojo mulai bermain setelah rehat.

Channel: Freedawkins

Dari sini terlihat pentingnya pondasi yang kuat bagi sebuah tim.  Pondasi yang bagus tidak harus dibangun dari pemain yang dibina sejak awal karier oleh tim yang sama, Tim yang bagus dibangun oleh pemain-pemain bermental baja yang sudah menganggap timya saat ini sebagai rumah sendiri.

Kita bisa melihat contoh tersebut dari Steph Curry atau Al Horford. Horford, meskipun dibesarkan oleh Atlanta Hawks, selalu bermain sepenuh hati di mana pun Celtics tampil. Karena itulah, Horford dan juga Curry relatif sepi dari nyinyiran fans.

Kyle Lowry dan James Harden juga dihormati fans meskipun tidak dibesarkan oleh tim mereka sekarang.

James Harden, seperti kita tahu, adalah alumni big four Oklahoma City Thunder yang membawa Thunder melaju ke final NBA 2012. Sayang, waktu itu Harden, Serge Ibaka (Toronto Raptors), Kevin Durant (Golden States Warriors), dan Russell Westbrook (masih Oklahoma City Thunder), harus mengakui keunggulan big three Miami Heat waktu itu. Lebron James, Chris Bosh, dan Pemain binaan Miami Heat Dwyane Wade.

Channel:Gearmast3r

Kyle Lowry juga bukan asli pemain Toronto Raptors. Lowry dibesarkan Memphis Grizzlies, mulai tampil konsisten sejak bermain untuk Houston Rockets, dan dicintai fans Raptors karena bermain sepenuh hati untuk Raptors.

Sayangnya,  baik Harden maupun Lowry punya satu kesamaan. Mereka cenderung melempem apabila tampil di babak playoff. Tidak heran karena penampilan melempem itulah, keduanya mendapat julukan playoff Lowry dan playoff Harden. Berbeda dengan Rojon Rondo dan Lebron James, keduanya justru mendapatkan julukan playoff Lebron dan Playoff Rondo karena tampil makin bagus tiap kali bermain di babak playoff.

Kembali lagi ke New York Knicks. Saya kok merasa pondasi New York Knicks belum cukup meyakinkan. Kevin Knox dan Mitchell Robinson memang dinilai punya masa depan yang cerah. Selain masih muda, skill mereka juga bagus. Saya tidak bisa bayangkan betapa bagusnya New York Knicks kalau Zion Williamson, Kevin Durant, dan Kyrie Irving jadi masuk.

Dengan kompetisi di wilayah timur yang tidak begitu ketat, rasanya musim depan, berburu jatah babak playoff bukan sekedar impian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun