Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Lainnya - Bukan Guru

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kucing Cerewet Berwarna Abu-abu dengan Ekor Panjang

15 Mei 2021   05:59 Diperbarui: 15 Mei 2021   06:20 1225
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Bah! Dia kembali rupa-rupanya."

Baiklah, saya punya rencana paling pamungkas agar segalanya menjadi tuntas. Sebelum melaksanakannya, saya terlebih dahulu melakukan hal lain.

Suatu sore, pada sebuah batu persegi yang basah saya mengasah pisau agar tajam setajam-tajamnya. Demikian, agar selembar kertas HVS yang sedang melayang-layang di udara dijamin terpotong sempurna oleh pisau dapur itu.

Kemudian saya merealisasikan rancangan di dalam kepala. Mewujudkan rencana tindakan dengan sempurna. Setelah itu, saya mencuci tangan sebersih-bersihnya dengan cermat. Keramik putih wastafel memerah.

Maka, selesai sudah perkara pembuat sakit kepala. Saya pun kembali kepada kehidupan damai

Tiada lagi suara mengeong-ngeong terus-menerus dengan suara nyaring yang bising, membuat kuping berdenging, kepala pusing, pada saat menikmati sarapan, santap siang, makan malam, maupun ketika membuka pintu kulkas.

Tenteram. Damai. Sentosa. Sunyi.

"Pah, uang BLT sudah hampir habis. Coba urus lagi!"

"Susah, Mah ...."

"Makanya. Jadi laki-laki tuh jangan di rumah saja. Sudah beberapa lama ini? Pergi cari kerja, kek! Pokoknya pulang bawa duit!"

"Tapi situasi pandemi begini ...."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun