Mohon tunggu...
Budi Susilo
Budi Susilo Mohon Tunggu... Lainnya - Bukan Guru

Nulis yang ringan-ringan saja. Males mikir berat-berat.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kuda Tanpa Kepala dengan Penunggang Berpedang Panjang

16 Maret 2021   07:07 Diperbarui: 16 Maret 2021   07:28 655
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar penunggang kuda oleh wal_172619 dari pixabay.com

Ternyata cerita kakek bukan rekaan. Kuda tanpa kepala dengan penunggang berpedang panjang berkilau ditimpa sinar bulan purnama memang ada.

Ingatan melayang, tentang kisah kuda tanpa kepala dengan penunggang yang akan menculik anak-anak enggan tidur.

Jadilah malam berbulan purnama, malam yang seharusnya indah untuk bermain bersama teman, terkubur di bawah selimut. Sejatinya tiada satu jua para teman yang keluar rumah pada saat itu.

Ketika bulan berada pada puncak terang, kakek melarangku keluar rumah.

"Di luar banyak kuda tanpa kepala. Penunggangnya adalah pemilik pedang paling panjang yang pernah kakek lihat."

Cerita kakek, pasukan penunggang kuda itu akan menculik orang yang masih berkeliaran. Sekali diculik, maka ia tidak akan pernah kembali.

Bahkan mayatnya pun raib entah ke mana. Beredar kabar bahwa tubuh kaku yang sudah ditebang batang lehernya dimasukkan ke dalam karung, diikat batu sebesar kepala, lalu dilemparkan ke laut. Tenggelam dicabik-cabik ikan.

Ada pula yang, katanya, menyaksikan, mayat-mayat bertumpuk-tumpuk dikubur di dalam sebuah lubang besar.

Kabar angin demikian santer beredar, namun yang jelas tiada satu pun dari jenazah bisa diurus secara wajar. Keluarganya enggan membicarakannya.

"Jadi? Ayah....?"

"Tidurlah!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun