Mohon tunggu...
Bryan Handovi
Bryan Handovi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Active

Enjoy your life to the fullest

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Budaya Risiko Sebagai Penyangga Aktivitas Perusahaan Selama Masa Pandemi

18 September 2021   16:35 Diperbarui: 18 September 2021   16:37 101 0 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Budaya Risiko Sebagai Penyangga Aktivitas Perusahaan Selama Masa Pandemi
icsi-slider-en-risk-management-covid-19-6145b20553f9cd79f338bf42.jpg

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat dari seluruh aspek, baik secara kesehatan, sosial, dan ekonomi. Perubahan yang terjadi meliputi perubahan pola mobilitas masyarakat yang bergeser dari offline menjadi online dalam bekerja, berbelanja, beribadah, dll.

Pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial yang sekarang disebut sebagai pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengurangi dampak dari penyebaran virus sekaligus menekan tren kenaikan kasus-kasus baru. Masyarakat dihimbau agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan yang ada. 

Selama kurun waktu hampir dua tahun ini, pemerintah menempatkan fokus utamanya pada penanganan dampak dari pandemi dan berupaya agar aktivitas masyarakat dapat terus berjalan di situasi saat ini.

Dalam sektor bisnis, pandemi COVID-19 berimbas pada krisis yang menyebabkan menurunnya pendapatan berbagai perusahaan. Beberapa perusahaan yang tidak mampu menghadapi dampak yang ditimbulkan terpaksa untuk melakukan pengurangan karyawan, bahkan sampai gulung tikar dan menutup usahanya. 

Hampir semua sektor bisnis terdampak oleh pandemi ini, namun beberapa perusahaan yang mampu bertahan salah satunya adalah mereka yang dapat menerapkan manajemen risiko secara efektif sehingga dapat menjaga kelangsungan usahanya.  

Risiko merupakan suatu hal yang lumrah dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, di kondisi pandemi ini, dampak yang ditimbulkan dari berbagai risiko yang ada justru semakin berat bahkan magnitudonya lebih tinggi dari yang pernah dialami. 

Oleh karena itu, penting bagi setiap perusahaan untuk dapat membentuk budaya risiko dan prinsip manajemen risiko yang dapat mengurangi dampak dari berbagai ketidakpastian selama masa pandemi.

Manajemen risiko merupakan serangkaian aktivitas untuk mengidentifikasi, mengukur, dan memastikan risiko serta mengembangkan strategi yang tepat untuk mengelola risiko tersebut ke level yang dapat diterima sehingga tidak mengganggu tercapainya tujuan perusahaan. Penerapan manajemen risiko di perusahaan merupakan suatu proses yang berkelanjutan sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.

Budaya risiko merupakan suatu istilah yang menggambarkan nilai-nilai, keyakinan, pengetahuan, dan pemahaman tentang risiko secara bersama oleh sekelompok orang dengan tujuan yang sama. Budaya risiko mempengaruhi pengambilan keputusan oleh manajemen dengan mempertimbangkan keseimbangan antara risiko dan manfaat. 

Saat ini, perusahaan tidak cukup hanya memiliki proses manajemen risiko yang optimal tetapi juga perlu menanamkan budaya risiko yang dapat diterima oleh seluruh anggota perusahaan.

Budaya risiko perlu dibangun dengan baik dengan memberikan pemahaman mengenai risiko, membentuk etika karyawan terhadap budaya perusahaan, membentuk lingkungan kerja yang mendukung budaya risiko, serta melakukan penerapan budaya risiko tersebut sebagai bagian dari budaya perusahaan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan