Mohon tunggu...
Uci Olyv
Uci Olyv Mohon Tunggu... Administrasi - blogger, mommy

Mommy, Blogger

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Variasi Tempe Ubah Tempe Jadi "Magic Food"

6 Desember 2017   19:47 Diperbarui: 10 Agustus 2019   14:11 3212
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Cuaca terik hari ini membuat seorang anak kelas 2 SD berjalan sempoyongan saat tiba di rumah dan memegang perutnya. Sebagai seorang Ibu, saya langsung panik dan terbersit pikiran negatif bahwa si kecil habis dipukuli. Kecemasan saya sirna saat anak saya Athar berkata "Ibu saya lapar, perutnya tadi bernyanyi". Kata-kata yang keluar dalam mulutnya membuat saya tersenyum.

Langsung saja kami duduk berkumpul di meja makan untuk mempersiapkan makan siangnya, hari ini saya buatkan sayur bayam dengan jagung dan tempe goreng. Namun kesedihan langsung menghampiri saya kembali saat dia berkata " Ngga mau tempenya, rasanya ga enak Bu".

Itulah segelintir cerita di rumah yang saya alami, saat sedang menyiapkan menu makan sehari-hari untuk si kecil khususnya. Sebagai Ibu saya selalu berusaha dalam keadaan apapun, untuk tetap memberikan asupan gizi yang terbaik setiap harinya agar mendukung proses tumbuh kembangnya.

Ditengah bervariasinya jajanan yang ada saat ini, saya masih mencintai tempe. Tempe yang masih dianggap rendahan bagi sebagian orang, sedangkan tempe memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik.

Tempe yang sering kita temui di warteg sehari-hari pada umumnya disajikan hanya dengan digoreng, dengan menggunakan tepung atau digoreng biasa saja. Penampilannya yang terkadang sangat kecoklatan akibat terlalu kering, membuat penampilannya semakin terlihat kurang elit. tempe memiliki nilai gizi dan potensi yang baik untuk kesehatan masyarakat.

Menurut riset melalui teman di dunia maya Facebook, penyajian tempe yang biasanya disajikan kepada si kecil di rumah adalah biasa hanya digoreng tepung , digoreng tanpa tepung, ditumis atau dioseng.

Impian saya adalah bagaimana membuat tempe memiliki image tempe yang berkelas dan bukan makanan murahan, karena kandungan gizi yang dimiliki oleh tempe sangat tinggi dan hadirnya konsep warung kekinian yang menyajikan olahan tempe yang dikemas secara variatif dan menggugah selera, yang saat ini masih sulit ditemui.

Sebenarnya telah ada pengusaha tempe Indonesia, yang saat ini telah meraup kesuksesan di Jepang karena tempe. Mengutip dari http://www.tribunnews.com Bpk Rustono, asal Grobogan, Jawa Tengah, sudah 16 tahun terakhir ini tinggal di Jepang dan sukses di bidang tempe, saat ini sudah menjual kepada 490 tempat di Jepang dari Hokkaido sampai ke bahkan sampai ke Korea, Meksiko, Hungaria, Perancis dan Polandia. Saat ini Bpk Rustono telah membangun pabrik tempe di Jepang dengan luas 4000 meter persegi di Jepang. Beliau belajar dari 40 pembuat tempe di Jawa Tengah, namun mengacu pada 12 pembuat tempe yang dia anggap sangat baik proses pembuatannya. Dan menurutnya di luar negeri mereka bilang ini 'magic food', dan di Meksiko disebut  'heaven food' ujar Pak Rustono via BBC.com.

Ada juga seorang pemilik warung tempe di London yang mengatakan ia sangat suka tempe dan belajar di banyak kota di Jawa sebelum akhirnya memutuskan untuk memproduksi sendiri dan menjual makanan Indonesia ini.

Beliau adalah William Mitchell yang memulai usaha dengan membuka warung tenda di London. William belajar di banyak tempat seperti di Malang, Blitar, Yogyakarta, Bandung, Jakarta. Di Inggris William menghadirkan Kari Kuning Tempe atau Lodeh jika di Indonesia. Warung ini selalu berjualan Rabu sampai Jumat (BBC Indonesia.com).

Dok : BBC.com
Dok : BBC.com
Dok BBC Indonesia.com
Dok BBC Indonesia.com
Dok BBC Indonesia.com
Dok BBC Indonesia.com
Menurut Made Astrawan di forumpe.org, pendiri Forum Tempe mengatakan tempe dapat ditemukan di sekitar 20 negara, termasuk Indonesia. Forum Tempe adalah forum, yang terdiri dari pakar gizi, pangan serta para produsen tempe. Menurut Pak Made melalui BBC Indonesia.com tempe bisa diproduksi oleh orang Indonesia yang tinggal di suatu negara seperti pak Rustono di Jepang, bisa juga oleh orang asli negara tersebut seperti yang di Meksiko, Prancis, Australia dan Inggris.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
  18. 18
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun