Mohon tunggu...
Bob S. Effendi
Bob S. Effendi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Konsultan Energi

Konsultan Energi, Pengurus KADIN dan Pokja ESDM KEIN

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Thorium : Sebuah Revolusi Energi

10 Juli 2015   22:20 Diperbarui: 4 April 2017   17:24 91301
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bob S. Effendi

----------------------

Untuk yang ingin mempelajari lebih dalam tentang Thorium Energy, saya berikan link ke beberapa video di paling bawah tulisan ini.

Gallery :

 

Gambar diatas memperlihatkan berita di koran ketika reaktor MSR menjadi Critical (sampai pada titik dimana reaktor siap bekerja secara stabil) pada 2 Juni 1965. Salah satu kalimat yang menarik adalah :

"The MSRE will now be operated at gradually increasing power levels. Then it will be shutdown for examination. Then it will be started up again..."

kalimat ini sangat signifikan bagi ahli nuklir menceritakan bagaiman dengan mudah daya reaktor dapat di naikan dan reaktor dapat di berhentikan dengan mudah kemudian di start kembali sesuatu yang tidak dapat dilakukan dengan mudah oleh reaktor LWR.

Karena Angkatan Laut memulai program Kapal bertenaga Nuklir, Angkatan Udara AS juga tidak mau ketinggalam maka antara tahun 1947 - 1951 US Airforce membuat program Nuclear Energy for the Propulsion of Aircraft (NEPA) dan salah satu Institusi yang mendapatkan kontrak untuk menciptakan mesin pesawat tersebut adalah Oak Ridge National Laboratory yang saat itu di pimpin oleh Weinberger yang kemudian membuat program Aircraft Nuclear Propulsion. Desain mesin nya memakai reaktor Molten Salt Reactor 2,5 MW dengan bahan bakar Thorium secara teori dapat terbang selama 3 bulan nonstop, desain ini sudah di approve oleh Airforce sayangnya keburu program thorium di hentikan. -- Bayangkan reaktor MSR dapat di buat sekecil itu (lihat gambar) yang tidak mungkin di lakukan oleh reaktor LWR atau sejenisnya.

 
Bill Gates ingin bekerjasama dengan China untuk mengembangkan Reaktor Nuklir MSR dikarenkan proses licensing di Amerika yang cukup rumit dan memakan waktu lama. Sementara Gates ingin mengoperasikan reaktor sebelum 2020.

Untuk mendorong pengembangan, penelitian dan promosi Thorium Energy, berbagai pihak dari multisektor membentuk Thorium Working Group Indonesia, yang terdiri dari personil PT INUKI, Fak Tehnik Fisika UGM, Bapeten dan BATAN. (penulis : no 2 dari kanan)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun