Mohon tunggu...
ellazuardi
ellazuardi Mohon Tunggu... Menyukai buku

Tulisan lain ada di www.jurnaljasmin.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Rasulullah, Puasa, dan Covid-19

4 November 2020   07:32 Diperbarui: 4 November 2020   07:34 136 44 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rasulullah, Puasa, dan Covid-19
Foto dari situs unsplash

Rasulullah dikenal sebagai manusia istimewa. Keistimewaan beliau tidak hanya pada budi pekerti dan akhlak beliau yang amat mulia. Tapi juga karena beliau memiliki fisik prima dan hampir tak pernah sakit sepanjang hayatnya.Tercatat beliau hanya dua kali sakit yakni ketika diracun seorang yahudi dan menjelang wafatnya.

Salah satu kebiasaan Rasulullah yang juga dianjurkan pada umatnya agar tubuh sehat selalu adalah dengan berpuasa. "Shummu Tashihhu" demikian bunyi sabda Rasulullah yang diriwayatkan Tabrani yang artinya "berpuasalah kamu maka kamu akan sehat".

Secara bahasa berpuasa berarti tidak makan dan tidak minum di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Lebih kurang selama 14 jam di Indonesia. 

Tapi secara istilah berpuasa tak sekedar tidak makan atau tidak minum, tapi juga menahan diri untuk tidak berbuat  dosa atau keburukan yang akan berakibat rusak atau hilangnya esensi dari puasa itu. Secara garis besar inti dari puasa itu adalah pengendalian diri dan hawa nafsu.

Banyak manfaat puasa bagi tubuh. Para ahli kesehatan menemukan fakta selama berpuasa terjadi regenarasi sel -sel tubuh. Selain itu tubuh juga mengeluarkan racun-racun dan zat-zat sisa yang tak berguna. Manfaat lainnya adalah dapat memperkuat kekebalan tubuh.

Berpuasa juga berfaedah bagi kesehatan jiwa. Karena kita didorong memperbanyak amal baik dan menjauhi perbuatan buruk. Dalam hal ini berpuasa berfungsi sebagai pembersih jiwa dan pemberi ketenangan batin.

Karena itu mari kita latih dan biasakan diri untuk sering berpuasa. Mungkin sekali atau dua kali tiap minggu atau beberapa hari tiap bulan. Sehingga kita bisa merasakan manfaat dari puasa itu,tubuh dan jiwa yang sehat.

Dalam masa pandemi Covid 19 ini makna puasa dapat kita perluas lagi dengan menahan diri melakukan hal-hal yang bisa memicu wabah ini makin meluas. 

Kita harus bersedia menahan diri dari bepergian dan menghindari kerumunan, menahan diri dari bersalaman atau kontak fisik dengan orang laon. Intinya menahan diri dari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x