Mohon tunggu...
Berty Sinaulan
Berty Sinaulan Mohon Tunggu... Penulis, Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog

Pewarta, Pelatih Pembina Pramuka, Arkeolog, Penulis, Peneliti Sejarah Kepanduan, Kolektor Prangko dan Benda Memorabilia Kepanduan, Cosplayer, Penggemar Star Trek (Trekkie/Trekker), Penggemar Petualangan Tintin (Tintiner), Penggemar Superman, Penggemar The Beatles

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Semangat Bangun Keutuhan NKRI di Hari Pramuka ke-58

14 Agustus 2019   07:34 Diperbarui: 14 Agustus 2019   11:24 0 7 3 Mohon Tunggu...
Semangat Bangun Keutuhan NKRI di Hari Pramuka ke-58
Ketua Kwartir Nasional, Kak Budi Waseso, bersama adik-adik Pramuka. |Foto: ISJ

Hari ini, 14 Agustus 2019, kembali kita peringati Hari Pramuka. Kali ini untuk yang ke-58 kalinya. 

Hari yang mengingatkan kita semua akan peristiwa bersejarah pada 14 Agustus 1961, ketika untuk pertama kalinya Panji Gerakan Pramuka diberikan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang baru dibentuk di bawah pimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. 

Panji itu kemudian diarak keliling kota Jakarta, ibu kota pemerintahan kita dan menandai secara resmi Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi pendidikan nasional kepanduan di Tanah Air yang terbuka untuk umum.

Peringatan Hari Pramuka ke-58 kali ini bukanlah sekadar peringatan rutin biasa yang dilakukan setiap tahun. Namun juga merupakan yang pertama kalinya bagi pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 melaksanakan peringatan hari yang amat bersejarah bagi kita semua.

Mengambil tema "Peringatan 58 Tahun Gerakan Pramuka Bersama Komponen Bangsa Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI", peringatan kali ini menekankan pentingnya membangun keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama. 

Beberapa waktu belakangan ini terjadi permasalahan yang cukup kritis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Berita bohong atau hoax, ujaran kebencian, saling merundung baik antarsuku, agama, dan golongan masih kerap terjadi. 

Padahal para pendiri negara ini sudah dengan tegas menyatukan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Lengkap dengan lambang Garuda Pancasila yang di kakinya menggenggam untaian pita bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika", berbeda-beda tapi satu tujuan. 

Tak heran pula bila lambang Garuda Pancasila yang dibuat secara pioneering menggunakan bambu dan ikatan simpul tali-temali menjadi penghias lapangan Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, tempat dilaksanakannya apel besar Hari Pramuka ke-58 pada 14 Agustus 2019 ini.

Garuda Pancasila dengan slogan "Bhinneka Tunggal Ika", berbeda-beda tapi satu, beragam latar belakang tetapi menyatu dalam NKRI memang seharusnya tetap menjadi semangat bagi semua anak bangsa. 

Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi kaum muda menekankan pentingnya hal ini dan siap sedia bersama seluruh komponen bangsa untuk membangun keutuhan NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal Ika itu.

Pentingnya menjaga keutuhan NKRI juga telah disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2