Mohon tunggu...
Martha Weda
Martha Weda Mohon Tunggu... Freelancer - Mamanya si Ganteng

Nomine BEST In OPINION Kompasiana Awards 2022, 2023. Salah satu narasumber dalam "Kata Netizen" KompasTV, Juni 2021

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

3 Hal Cara Mencegah Anak Pacaran Sebelum Waktunya

18 November 2022   22:00 Diperbarui: 19 November 2022   02:00 1207
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Masa remaja saya dulu sama saja dengan remaja pada umumnya. Ada saja remaja putra yang suka dan curi-curi dekat. 

Karena zaman itu belum ada gawai, saya juga terima surat cinta pertama. Waktu itu saya baru kelas 2 SMP. Pengirim surat cinta pun seorang adik kelas. Lucu kalau ingat kembali. 

Zaman saya remaja, orangtua saya cukup strict perihal pacaran. 

Sejak awal sudah diwanti-wanti tidak boleh pacaran hingga lulus SMA. Hingga akhirnya tidak ada satu pun dari kami empat bersaudara yang berani (terlihat) pacaran. Entah kalau pacaran diam-diam. 

Saya sendiri patuh pada aturan tersebut. Sekalipun orangtua saya bukan tipe orangtua galak, tetapi saya tetap tidak berani melanggar. 

Apakah kemudian saya tertekan dengan aturan itu? Sama sekali tidak! 

Saya bahkan bersyukur atas aturan tersebut. Oleh karena aturan ketat dari orangtua, saya tidak punya pikiran macam-macam. Fokus hanya belajar. 

Saya baru mulai mengenal pacaran di tahun-tahun akhir perkuliahan. Menjalin hubungan satu tahun dengan seorang kakak kelas, berujung kena ghosting, wkwkwk... 

Saat ini saya memiliki satu anak laki-laki usia remaja. Kini duduk di kelas 8.

Bagaimana saya menghadapi gejolak remaja yang masih labil dan mencegahnya untuk tidak pacaran di usia remaja? Dalam situasi dimana sudah ada beberapa teman-temannya yang berpacaran. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun