Mohon tunggu...
Martha Weda
Martha Weda Mohon Tunggu... Menulis untuk mengurangi antrean ide dalam kepala

Email: berlianamartha@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Love Artikel Utama

Bertengkar Secukupnya, Berbahagia Sebanyak-banyaknya

10 Juni 2021   18:09 Diperbarui: 11 Juni 2021   02:42 845 50 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bertengkar Secukupnya, Berbahagia Sebanyak-banyaknya
Ilustrasi bertengkar (Ilustrasi marah (Sumber : Thinkstockphotos.com via Kompas.com)

"Kamu tuh bisanya apa sih, begini aja gak bisa!"

Kalimat-kalimat di atas sangat tidak pantas disampaikan pada pasangan kita. Sangat tidak benar menuding-nuding kekurangan orang lain.

Karena pada dasarnya, tidak ada satu pribadi pun di dunia ini yang tidak memiliki kekurangan. Dan kita tentunya tidak suka bila kekurangan kita menjadi bahan hinaan atau ejekan oleh pasangan kita. 

Bertengkarlah secara benar. Pikirkan dulu kalimat-kalimat yang akan kita ucapkan. Jangan sampai ucapan kita menyinggung dan menyakiti hati pasangan.

3. Tidak fokus pada masalah
Ada orang yang cara bertengkarnya seperti ini. Masalahnya A, tetapi kemudian melebar ke masalah B, C, D, dan E yang telah usang dan sudah selesai jauh sebelumnya.

Cara bertengkar seperti ini akan sangat melelahkan, karena jadi tidak jelas masalah apa yang diributkan. Durasi pertengkaran pun bisa menjadi lebih lama dan berlarut-larut.

Sebaiknya, langsung pada inti masalah, dan fokus untuk mencari solusi demi kebaikan bersama.

4. Memaksakan kehendak
"Aku gak mau tau, pokoknya.....!"

"Terserah gimanapun caranya, pokoknya....!"

"Sudah, cukup! Pokoknya terima keputusanku!"

Contoh-contoh kalimat di atas merupakan bentuk pemaksaan kehendak kepada pasangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN