Mohon tunggu...
Beni Guntarman
Beni Guntarman Mohon Tunggu...

Sekedar belajar membuka mata, hati, dan pikiran tentang apa yang terjadi di sekitar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

(Soneta) Zee

4 Maret 2016   17:47 Diperbarui: 4 Maret 2016   18:05 0 2 2 Mohon Tunggu...

sewaktu bersandar di pintu senja merah di ufuk timur

ketika amuk angin utara mengaduk-aduk tubuh lautan

kutambatkan perahu layar di sebuah pantai yang sunyi

sebuah gugusan pulau kecil yang bertuliskan namamu

 

di sana, kukirim isyarat biru menyala ke bola matamu

yang menatap ke badai di kejauhan, angin dan ombak

mengocok perut lautan, memuntahkan isinya ke pantai

pasir landai tempat bebuih putih menyimpan rindumu

 

lidah ombak Laut Cina Selatan menjilat bibir tebing

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x