Mohon tunggu...
BELLA AGMIA
BELLA AGMIA Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Nge'blog: Mulai dari Hobi Sampai Menjadi Profesi

5 Februari 2017   06:03 Diperbarui: 5 Februari 2017   07:48 380
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: goldstarmaidsllc.com

 " membaca adalah jendela dunia" kata ini sudah sering kita dengar dan memang benar nyatanya : dengan membaca kita telah melihat dunia. Seperti burung yang terbang  melebarkan sayapnya melihat betapa luasnya jagat raya ini. dari hobi membaca majalah anak-anak sejak kecil saya mulai suka menulis entah itu di buku harian, cerpen sampai menulis blog seperti sekarang ini. Selain karena hobi, nge'blog adalah cara kita menuangkan ide2 cemerlang dan berbagi informasi yang berguna Yang dibutuhkan banyak orang. Senang bukan jika tulisan kita bermanfaat?  Dapat pahala pula... 

"Dengan menulis kita telah mewarnai dunia  dan membaca adalah jendelanya"

menulis dan membaca sangat berkaitan erat seperti hal nya buku dan Pena, blog dan blogger, komunitas blog dan blog walking. Menulis pun tidak sekedar menulis tangan, Seiring berkembangnya zaman teknologi informasi digital lah paling berkembang pesat dan sangat berpegaruh dalam aspek berbagai hal. Dulu yang hanya bisa menulis di diary tanpa ada seorang pun yang baca, sekarang kita bisa berbagi cerita kita kepada orang banyak dari berbagai macam  platfrom blog sebagai sarana menulis kita. Menjadi penulis pun bukan hal yang sulit lagi. Tentunya dalam konteks yang positive. 

Kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga lantas tidak melupakan kegiatan menulis ini. Karena ini adalah salah satu cara saya agar tetap produktif meskipun lebih banyak waktu di rumah. Disini saya belajar agar lebih konsisten, pintar2 membagi waktu disela-sela urusan rumah dan dituntut harus serba bisa alias multitasking. 

Dari Hobi menulis sampai menjadi Profesi... 

kenapa tidak seorang ibu tumah tangga Yang identik dengan daster dan dapur berprofesi menjadi seorang penulis atau penulis blog. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, berawal dari hobi menulis lalu punya ruang menulis sendiri di public area netizen seperti media kompasiana yang membuat acara menulis kita menjadi beyond blogging hingga konsisten menggeluti hobi di dunia blogging. Bukan hanya itu saja dengan nge'blog kita bisa menghasilkan uang, meskipun dalam tahap ini saya masih banyak belajar. dan ini saya jadikan sebagai profesi freelance menulis saya. 

Dari 3 blog Yang saya miliki salah satunya di kompasiana. Disini kita bisa menulis berbagai hal misalnya opini pribadi maupun publik, mewartakan pristiwa, menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan, gambar maupun video.  kompasiana telah memberikan ruang kepada masyarakat untuk berbagi dan  bebas berekspresi. Baiknya disini kita dapat menjalin silahturahmi kepada sesama kompasioner (sebutan untuk penulis di kompasiana) dengan cara saling mengunjungi tulisan para kompasioner dengan memberikan komentar atau nilai. Yang lebih baik lagi di kompasiana selalu mengadakan event event menarik seperti kunjungan dan blog competition. 

Menulislah dengan Hati, 

meskipun di dunia teknologi informasi ini kita bebas berpendapat dengan cara menulis bukan berarti membuat peluang kebebasan berekspresi menjadi hasil yang negative dan berceceran, Kembali lagi pada manfaat menulis dan membaca "membuka jendela dunia = memperluas wawasan" ... Dan Yang lebih sering saya temui adalah perang opini. 

  • Menulis itu bukan membuat cerita/berita hoax,sangat memprihatinkan sekali karena sekarang banyak tulisan yang tidak jelas asal usulnya Yang  berseliweran di medsos sampai situs portal berita lainnya. Entah untuk apa, dan apa tujuannya dan ini adalah pelajaran untuk saya untuk kita semua agar pintar dalam menilai sebuah berita dan tetap menjaga keutamaan menulis itu sendiri. 
  • Menulis itu berbagi bukan memecah belah,ga sedikit orang yang bertujuan menulis itu sendiri tempatnya menumpahkan opini yang berlawanan dari pihak mayoritas yang juga berbeda opini menjadi bahan adu argument karena merasa paling benar dan bebas menumpahkan pendapatnya di sarana public seperti medsos, blog platform, situs berita hoax. Saya masih ingat sekali pelajaran bahasa Indonesia waktu SMP  bagaimana cara kita berdiskusi, melakukan musyawarah, menyampaikan pendapat meskipun dalam satu rapat/golongan tidak sama opini nya. Berkembangnya dunia informasi di era digital memang lebih mudah untuk berekspresi menyampaikan pendapat, tapi perlu di ingat apapun itu semuanyaa punya aturan dan batasan. Aturan bagaimana kita menghargai pendapat orang lain dan menyaring tulisan yang menimbulkan kontrovesi dan batasan sampai dimana kita menulis di zona Yang dilarang. Jangan sampai menulis itu menjadi ajang tempat berkicau kebencian.  
  • Tidak membuat judul yang viral tapi isi kosong,  saya suka membaca tapi saya sangat membenci judul tulisan Yang viral dan malas untuk membacanya meskipun saya yakin kebanyakan orang lebih suka berkunjung ke sebuah tulisan yang judulnya viral . Tapi buat apa membuat judul Yang heboh tapi isinya kosong?  Ga nyambung, sama aja memfitnah. Si penulis mungkin tidak memikirkan pendapat orang di komentar yang membully nya yang penting  ia bisa menaikan ranting visitor pengunjung dengan uang yang mengalir dari iklan karena pengunjung membeludak. Sungguh, Jahat sekali. Belum lagi tindakan bodoh Yang menshare tulisan/berita tak bermutu. yang menulisnya cetek ilmu dan yang membaca dan membagikannya adalah orang stupid. Menulis kebaikan itu tidak semudah menulis berita viral , menulis kebaikan itu sedikit yang membaca nya tidak sebanyak yang membaca berita viral atau hoax. Ya, memang itulah kenyataannya Yang haram itu lebih enak daripada Yang halal. Tergantung pilihan kita sendiri.. Jika misalnya kalian memilih Yang haram?  Saya menghargai tapi saya tidak akan mengikuti, begitu juga kalian Yang harus menghargai pilihan saya (Ini hanya sebagai contoh beda pendapat) lebih enakkan dengernya? 

Kenapa saya bilang, "menulislah dengan hati" ? Karena ada banyak sekali faedahnya. Jika menulis Sudah menjadi sebuah profesi maka kita harus mempertanggung jawabkan 'kerjaan' kita baik secara sadar atau tidak. Menulis dengan hati lebih menenangkan jiwa karena mempererat silahturahmi antar penulis dengan pembaca bahkan  negara dan bangsanya dengan ilmu ilmu Yang bermanfaat. Sebisa mungkin saya membuat tulisan Yang berguna dan positive meskipun Yang membacanya sedikit tapi besar manfaatnya, why not?! 

Sumber: https://citraprana.wordpress.com
Sumber: https://citraprana.wordpress.com
Dengan menulis kita bisa Sharing ilmu lewat pengalaman

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun