Mohon tunggu...
Bayu Ariestya Ramadhan
Bayu Ariestya Ramadhan Mohon Tunggu... Lainnya - loading ...

loading ...

Selanjutnya

Tutup

Gadget

Storytelling dan Identitas Brand di Era Digital, Hmmm Bisa Gak, Ya?

20 Agustus 2020   16:00 Diperbarui: 18 November 2021   09:41 245
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Nah, kalo dari definisi tersebut, ada keyword karakter dalam pesan yang harus disampaikan. Lalu elemen identitas brand itu apa aja sih, setidaknya ada tujuh elemen yang bisa kita lihat.

Elemen Utama Identitas Brand:

  1. Logo
  2. Bentuk
  3. Warna
  4. Bahasa
  5. Konsistensi
  6. Fleksibilitas
  7. Emosi

Okee, di dalam elemen identitas brand atau brand identity ternyata ada emosi juga gan..

Emosi itu ga melulu marah marah ya gan, hehe.

Emosi itu bisa senang, sedih, terharu, emosi jiwa juga termasuk emosi sih yang biasanya diartiin sesuatu yang bikin kzl a.k.a kezel.

Lalu kapan kita menggunakan storytelling untuk membangun identitas brand?

Storytelling dapat digunakan untuk strategi jangka panjang dalam membangun brand

Karena storytelling merupakan strategi jangka panjang, maka storytelling strategy ini, seperti strategi pada umumnya, harus disusun di awal.

Kenapa sih kita harus menggunakan stroytelling sebagai strategi?

Dengan pemilihan sudut pandang storytelling yang tepat, maka akan menghemat biaya yang dikeluarkan oleh brand dalam melakukan campaign-campaign turunannya, karena meskipun campaignnya berbeda, tetapi story yang disampaikan selalu sama.

Nah untuk campaign ini, salah satu paid marketing channel yang populer adalah dengan beriklan di Google dengan Google Ads dan juga bisa beriklan menggunakan layanan Facebook Ads.

Kedua platform ini paling banyak digunakan karena memang sebagian besar pengguna internet menghabiskan waktu online nya kalo ga buka Facebook dan Instagram, yaa browsing-browsing website berita atau blog.

Nah dengan kekuatan jaringannya inilah kedua platform tersebut bisa menguasai pasar, atau dikenal juga sebagai duopoly Facebook-Google. Kira-kira seperti ini lah gambarannya:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun