Mohon tunggu...
Very Barus
Very Barus Mohon Tunggu... Writer, Traveler, Photographer, Videographer

Seorang mantan jurnalis yang masih cinta mati dengan dunia tulis menulis sehingga bisa menelurkan 7 buah buku. Suka traveling kemana saja. Suka mendaki gunung karena sejatinya kehidupan itu seperti mendaki gunung. Tiga tahun terahir suka dengan dunia videography, suka editing video dan menciptakan video yang layak untuk di tonton. semua ada di channel Youtube saya. sehingga menelurkan channel youtube (www.youtube.com/verybarus).

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Virus Corona dan Rasa Parno

13 Maret 2020   19:07 Diperbarui: 13 Maret 2020   19:03 200 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Virus Corona dan Rasa Parno
foto: Very Barusfoto:dokpri

Minggu lalu, saya mengalami gejala kurang enak badan. Tenggorokan gatal dan hidung mulai bersin-bersin. Hari berikutnya saya mulai batuk dan flu. Seketika rasa parno muncul dibenak saya. Jangan-jangan ini gejala Virus Corona? Meski sudah mulai muncul rasa parno, namun saya mencoba untuk tenang dengan memilih beristirahat di rumah sambil minum obat batuk dan flu. Namun, hari ketiga, penyakit itu tidak juga musnah. Rasa parno semakin besar. Ditambah lagi berita tentang korban yang terkena virus Corona di Indonesia terus bertambah.

Akhirnya, tanpa menunda-nunda lagi, esok harinya saya langsung pergi ke klinik terdekat untuk di periksa oleh dokter. Tiba di klinik, hampir sema orang yang hendak berobat mengenakan masker. Wajah mereka pun penuh tatapan saling guriga. Saya melihat banyak yang memakai masker dan kebetulan saya juga memakai masker, saling menatap penuh rasa parno. Mungkin dalam hati mereka sama dengan dalam hati saya. JAngan sampai mereka menyebarkan virus ke saya (sebaliknya mereka berkata demikian),

Suster yang menangani saya mulai mengukur tensi, suhu, hingga menanyakan soal riwayat sakit saya.

            "Habis berpergian dari luar negeri?" tanyanya.  Saya menjawab dengan menggelengkan kepala. "Nggak ada kemana-mana suster. Mungkin capek saja ditambah cuaca yang kurang bersahabat."

Masuk ke ruang dokter, saya kembali diperiksa. Mulai dari mata, mulut hingga tenggorokan.

            "Nggak ada yang membahayakan. Cuma flu dan pileks saja. Sebaiknya istirahat yang cukup." Saran si dokter. LAgi-lagi saya mengangguk. Si dokter memberikan secarik resep untuk di tebus.

Setelah itu saya kembali pulang.

Keesokan harinya, ketika sedang berada di dalam lift sebuah gedung, kembali saya dihadapkan dengan orang-orang mengenakan masker. Tatapan mata mereka seperti saling penuh kehati-hatian. Hati-hati terjangkit virus.

Sejak munculnya wabah Virus Corona, rasa parno dan saling curiga antar orang asing yang ada disekitar kita begitu tinggi. Tidak ada tegur sapa dengan senyuman yang manis. Semua wajah terlihat penuh kecemasan dan ketakutan.

Tidak bisa dipungkiri kalau dampak Virus Corona memang mampu merubah mindset seseorang terhadap orang lain. Apalagi, belakangan ini wabah Virus Corona semakin merajarela dibeberapa negara. Tidak hanya di kawasan negara Cina saja, sekarang sudah merambat ke benua Eropa. Bahkan negara Italy yang awalnya dianggap aman dari Virus Corona menjadi salah satu negara yang populasi terjangkit Virus Corona begitu cepat. Hingga saat ini, menurut berita CNN, korban yang terjangkit virus Corona di Italy mencapai 7000 orang lebih.

Oleh karena itu pemerintah setempat memberlakukan sostem lockdown untuk masyarakatnya untuk menghidari menyebarnya virus tersebut semakin meluas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x