Mohon tunggu...
Bang Pilot
Bang Pilot Mohon Tunggu... Konsultan - Petani, penangkar benih tanaman, konsultan pertanian.

Nama asli : Muhammad Isnaini. Tinggal di Batu Bara, Sumut. Hp/wa.0813 7000 8997. Petani dan penangkar bibit tanaman. Juga menjadi konsultan pertanian lahan gambut. Pemilik blog : http://bibitsawitkaret.blogspot.com/ . Menulis apa saja yang bisa bermanfaat.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Para Koruptor itu Harusnya Digantung di Alun-Alun

14 Maret 2017   20:57 Diperbarui: 26 Agustus 2017   16:06 1274
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Korupsi di Indonesia makin marak. Ratusan bahkan mungkin ribuan trilyun rupiah uang rakyat raib diembat si maling berdasi. Mereka tidak pernah jera. Apa sebab?

Sebabnya sudah jelas, pengawasan sangat lemah dan kalau ketahuan, hukuman para koruptor itu juga tergolong vonis nikmat. Cuma beberapa tahun penjara. Di dalam penjara pun masih bisa dapat fasilitas kelas VIP. Contohnya sudah bejibun. Salah satunya, yang paling fenomenal di dunia Kompasiana adalah (diduga) teman kita juga, Gayus Tambunan alias Pakde K.

Mengapa mereka melakukan korupsi?

Yang pertama adalah karena sifat tamak. Yang kedua karena sistim demokrasi yang kita anut sekarang adalah sistim demokrasi kapitalis. Semua pakai uang. Jangan harap bisa maju dan menang pemilihan kalau tidak punya modal besar.  Akibatnya, calon yang kalah bisa gila dikejar hutang, yang menang juga bisa lebih gila lagi. Harus korupsi agar bisa balik modal.

Solusinya bagaimana?

Pertama segera ubah sistim demokrasi kita, jangan lagi seperti sekarang ini. Bagaimana bentuknya, silahkan para tetua negara yang memikirkan, lalu para penyelenggara negara menerapkannya. Jangan berharap solusi utuh dari seorang Muhammad Isnaini, karena sudah ada terlalu banyak orang yang digaji oleh rakyat untuk itu.

Yang kedua, hukuman untuk para koruptor uang rakyat dengan jumlah di atas satu juta rupiah haruslah hukuman mati dengan cara digantung di alun-alun kota. Penggantungan dilakukan secara terbuka, boleh disiarkan secara live dan pelaksanaannya  tidak perlu lagi memakai terlalu banyak uang rakyat. Jangan sampai terulang kembali, untuk menghukum mati beberapa orang terpidana mati saja, rakyat kembali harus kehilangan uang bermilyar-milyar rupiah. 

Uang rakyat itu jangan dijadikan bancakan!

Yang ketiga, seluruh harta para koruptor harus disita untuk kembali ke kas negara, sampai seluruh kerugian negara menjadi impas. Jika masih kurang, maka ikut dirampas harta para anak, para isteri dan siapa saja yang ikut menampung harta itu. Para penempung harta hasil korupsi itu juga harus dihukum penjara selama minimal 25 tahun tanpa remisi dan tanpa fasilitas berlebih.

Ini utopia?

Ya, ini adalah utopia sepanjang rakyat Indonesia masih tetap diam. Dan membiarkan uang kita jadi sate bancakan para poli tikus korup itu. Kita biarkan para koruptor yang mencuri uang rakyat yang trilyunan rupiah itu kemudian tersenyum bebas. Di sisi lain, maling ayam dan copet kita pukuli sampai mati.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun