Mohon tunggu...
Ardi Bagus Prasetyo
Ardi Bagus Prasetyo Mohon Tunggu... Guru - Praktisi Pendidikan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Seorang Guru Muda, ASN, lulusan Universitas Mulawarman tahun 2020, Pendidikan, Biografi, sepakbola, E-sport, Teknologi, Politik, dan sejarah Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Mengapa Beberapa Orang Lebih Memilih Mengabdi di Kota Perantauan Ketimbang di Kampung Halaman?

14 Agustus 2022   09:10 Diperbarui: 19 Agustus 2022   15:30 1083
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Akan tetapi hal berbeda justru terjadi, ada sebagian orang yakni mahasiswa khususnya baik yang terikat dengan program beasiswa maupun yang tidak terikat justru memilih tak kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan pendidikannya. 

Tentu hal tersebut didasari atas banyak faktor mulai dari keengganan kerja di bawah tekanan, kontrak yang tidak sesuai, lingkungan pekerjaan yang kurang memadai dan banyak faktor lainnya. Lantas mengapa hal tersebut bisa terjadi? Adakah faktor lain yang mempengaruhinya?

Memperluas Wawasan dan Kemampuan Berpikir

(Dokpri penulis kala menjadi pembicara)
(Dokpri penulis kala menjadi pembicara)

Tak dapat dipungkiri memang bahwa persaingan dalam dunia kerja telah menjadi hal wajar yang dapat kita lihat sehari-har. Setiap orang senantiasa dituntut untuk terus belajar dan siap beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi. 

Maka atas dasar itulah, sebagai seorang pekerja kita diwajibkan untuk terus mengupayakan yang terbaik dalam peningkatan kompetensi dan kemampuan berpikir. 

Contohnya, ketika kita telah memiliki profesi tetap sebagai seorang guru atau pegawai pemerintah. Kita tak mungkin selamanya hanya bertahan dengan satu kemampuan yakni mengajar. 

Kita juga mau tidak mau dan suka tidak suka harus memelajari teknologi, kemampuan pengelolaan administrasi, menulis, berkorespondensi, publik speaking, dan lain sebagainya. Jika kita mampu menguasai itu semua atau hanya sekedar bisa kita tak akan kesulitan bersaing di dunia kerja.

Meningkatkan Toleransi Antar Manusia

Jika kamu terbiasa menghadapi orang yang memiliki satu visi dan misi di tempat sebelumnya, maka merantau akan membuat siapapun menjadi lebih toleran.

Tidak jarang kita harus senantiasa dituntut untuk selalu membuka diri dan terbiasa menerima segala perbedaan. Mulai dari latar belakang pendidikan, pribadi dan karakter, suku,budaya, adat-istiadat, makanan, dan lain sebagainya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun