Mohon tunggu...
Band
Band Mohon Tunggu... Supir - Let There Be Love

(PPTBG) Pensiunan Penyanyi The Bee Gees

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Daripada UN, KM, Mendingan Mas Nadiem Bikin EE

22 Desember 2019   23:47 Diperbarui: 22 Desember 2019   23:59 63
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kini hadir mentri milenial Nadiem menawarkan konsep merdeka belajar dengan mengganti UN dengan asesmen Kompetensi Minimum (KM) dan survei karakter.

Konon Kompetensi Minimum adalah kompetensi dasar yang tidak terikat oleh konten mata pelajaran yaitu hanya meliputi dua kognitif literasi dan numerasi.

Pengertian literasi itu bukan bahasa dan numerasi bukan matematika,  ini merupakan analisis dan konsep dari suatu materi, whatever materinya. Ngerti nggak? Oke good!

Survei karakter adalah penilaian yang bertujuan untuk mengetahui karakter ekosistem sekolah.

Asesmen itu dijadualkan ditengah jenjang periode pengajaran, sehingga satuan pendidikan bisa melakukan evaluasi atas dasar hasil asesmen tersebut untuk setengah bagian periode pengajaran berikutnya.

Semenjak wacana hingga maklumat penghapusan UN yang akan berlaku dalam pengajaran musim 2021, muncul kegaduhan, tentu saja perihal pro dan kontra beserta argumennya masing. 

Sampai Jusuf Kalla ikut berkomentar "Jangan menjadi generasi muda yang lembek" yang dijawab Nadiem "Enggak sama sekali (membuat siswa lembek) karena UN akan diganti dengan asesmen kompetensi di 2021. Malah lebih men-challenge sebenarnya".

Tak urung tokoh sekaliber Buya Syafii Maarif menegaskan bahwa "Harus hati-hati. Tidak segampang itu. Jangan serampangan ini bukan Gojek. Harus dikaji ulang secara mendalam dengan melibatkan pakar pendidikan yang mengerti"

Nadiem menjawab lagi bahwa UN tidak dihapus, yang dihapus adalah format mata pelajaran. Format asesmen kompetensi minimum mirip dengan soal yang diujikan pada Programme for International Student Assesment (PISA) yang terdiri dari literasi dan numerasi, kemudian ditambah dengan survei karakter.

Belum juga paham format PISA yang akan di terapkan, ada acuan lain yang mengemuka dari Nadiem yaitu TIMMS (Trends in International Mathematics and Science Study, yang merupakan penilaian internasional untuk pengetahuan matematika dan sains pada pendidikan level 4 dan 8 diseluruh dunia.

Sementara penghapusan/penggantian UN sudah bergulir, bukanlah menjadi soal lagi berdebat soal UN. Ada kerja besar yang menghadang, yaitu penggantian UN ternyata bukan semata membubarkan UN  tetapi diganti dengan asesmen seperti yang disebut mas menteri di atas. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun