Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams, sedang mencermati, KENAPA di saat PUISI me-NANGISI, justru SAJAK malah NGAKAK me-NGETAWAI. ©

========================================== Bams, mengajar di Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI), Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.; dan di Program Magister Manajemen Teknologi (MMT), Departemen Manajemen Teknologi (DMT), Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital, ITS, Surabaya. Pernah BELAJAR di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung. Pernah BELAJAR di Asian Institute of Technology (AIT), Bangkok. ========================================== Bams, sedang mencermati, KENAPA di saat PUISI me-NANGISI, justru SAJAK malah NGAKAK me-NGETAWAI. ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Ini Bukan Puisi: Nikmatnya Berpikir Matematis

6 Agustus 2021   03:26 Diperbarui: 6 Agustus 2021   03:30 87 38 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Bukan Puisi: Nikmatnya Berpikir Matematis
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

[Ini Bukan Puisi | Nikmatnya Berpikir Matematis]*

berpikir matematis tidaklah harus dengan angka-angka
juga tidaklah harus dengan rumus-rumus
yang memusingkan kepala

berpikir matematis dasarnya adalah logika yang justru
sangat sederhana, algoritmanya mudah dicerna
tidak bias atau pun bermakna ganda

ruang matematis adalah kemasuk-akalan kita
meski wujudnya tak kelihatan ada tapi
abstraksinya menjelma

untuk wujud yang jelas-jelas ada
semakin mudah menggambarkannya
semakin nikmat meresapi maknanya

berpikir matematis sungguh nikmat rasanya
asal kriterianya jelas, minimumkan sengketa

berpikir matematis sungguh besar hikmahnya
tidak berbelit-belit membuktikan kebenarannya
emosi lebih terkendali karena akal yang bicara

(bukan otot yang berbicara tapi akal, 2021)

*Ini Bukan Puisi,  
tentang nikmat dan hikmahnya berpikir matematis 
dalam berkomunikasi dan mencari solusi 
yang bisa meminimalkan sengketa 
karena akal yang bicara, 
bukan otot yang bicara.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x