Bisnis

Soetrisno Bachir: Kompetisi Kenegaraan Harus Dituangkan Melalui Nilai Perjuangan Asprindo

16 Mei 2018   21:18 Diperbarui: 16 Mei 2018   21:28 629 0 0
Soetrisno Bachir: Kompetisi Kenegaraan Harus Dituangkan Melalui Nilai Perjuangan Asprindo
Dokumentasi Pribadi

Jakarta : Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia atau lebih dikenal dengan ASPRINDO mengadakan audiensi dikediaman Ketua Komite Ekonomi dan Industeri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir, Jakarta Selatan, Selasa (15/5). 

Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum ASPRINDO, H. Jose Rizal, MBA memaparkan tentang program-program unggulan ASPRINDO serta kerjasama ASPRINDO dengan Kementerian Pertanian serta MOU ASPRINDO dengan organisasi pengusaha Negara Turki (MUSIAD). 

Perjanjian kerjasama ASPRINDO dengan MUSIAD  yang ditandatangani pada tanggal 4 Mei 2018 di Hotel Belezza Jakarta Selatan mencakup kerjasama dibidang perdagangan eksport-impor serta segala kegiatan-kegiatan diseluruh bidang yang berada dibawah naungan ASPRINDO. Sedangkan dengan Kementerian Pertanian kerjasama ASPRINDO mencakup penyaluran hasil tanaman produksi serta pengembangan hasil usaha pertanian. 

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Penyampaian program-program unggulan dan visi yang disampaikan ASPRINDO disambut baik oleh Ketua KEIN dan sejalan dengan pemaparan yang disampaikan Soetrisno Bachir yang juga merupakan Ketua Dewan Penasehat ASPRINDO.

Pada pemaparannya, Soetrisno Bachir menyampaikan pesan kepada segenap jajajaran yang berada di tubuh ASPRINDO akan arti pentingnya Visi , Misi dan nilai-nilai perjuangan ASPRINDO dalam memakmurkan dan menjadikan Pengusaha Bumiputera menjadi 'Tuan di Negeri Sendiri' melalui persatuan yang bersinergi.

Saat ini perekonomian Indonesia untuk beberapa sektor tertinggal dengan negara-negara lain bahkan negara-negara yang dulunya belajar dengan Indonesia seperti Singapore, Thailand, Malaysia ataupun Vietnam. Untuk itu diperlukan kualitas Sumber Daya Manusia yang mampu berkompetisi dengan negara-negara lain melalui pendidikan dan pelatihan serta peningkatan jaringan bisnis dan perekonomian Indonesia (kompetisi kenegaraan). 

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Soetrisno Bachir juga menegaskan bahwa ada 4 sektor unggulan yang harus difokuskan dalam menentukan skala prioritas untuk peningkatan dan pembangunan ekonomi di Indonesia. 4 sektor unggulan tersebut harus dipenuhi dengan kriteria yang bersumber daya manusia Indonesia, bersumber alam Indonesia sehingga mempunyai keunggulan kompetensi dan kompetitif serta tidak bergantung kepada Import dalam membangun Indonesia. 

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
EMPAT SEKTOR UNGGULAN

Agrobisnis 

Dalam keunggulan sektor Agrobisnis, Soetrisno Bachir memberikan pemaparan tentang manfaat pohon kelapa yang seluruh kompenen yang ada di pohon kelapa dapat memberikan nilai dan bermanfaat secara ekonomi dari buah, daun, batang, serabut hingga tempurung kelapa. Indonesia yang merupakan daerah tropis dan subur tentunya mempunyai potensi yang sangat besar memenangkan keunggulan dari sektor Agrobisnis. 

Dengan kekayaan alam yang melimpah didukung oleh keanekaragaman hasil  bumi tentunya diperlukan penanganan dalam meningkatkan kualitas mengembangkan produk-produk hasil bumi Indonesia sehingga mampu berkompetisi dengan negara-negara lain. 

Optimalisasi pengelolaan lahan pertanian berbasis teknologi modern mampu menjadi kunci sukses dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Guna memperoleh hasil optimal, penggunaan berbagai peralatan modern pun harus segera diterapkan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan produktivitas pertanian Indonesia akan mengalami peningkatan yang signifikan. Pertanian akan lebih efektif, efisien, serta mampu mencapai kemandirian dan ketahanan pangan. 

Maritim 

Pengembangan sektor Maritim bisa menjadi senjata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan mengelola potensi kelautan dengan baik, bukan saja menjaga keberlangsungan pengembangan sektor ini, maka secara otomatis akan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Keunggulan sektor Maritim menurut Soetrisno Bachir juga meliputi kekayaan sumber daya alam seperti gas, minyak,perikanan maupun Industeri Galangan Kapal.

Persoalan utama di sektor maritim adalah persoalan pengerukan hasil kekayaan alam Indonesia oleh pelaku illegal fishing. Dengan diterapkannya kebijakan moratorium kapal eks asing dan pelarangan bongkar muat ditengah laut mengakibatkan kapal asing tidak bisa lagi seenaknya masuk ke wilayah Indonesia, namun dampak dari kebijakan tersebut sebagian pelaku Industeri yang bergerak dibidang Maritim dan Perikanan terkena imbasnya oleh karenanya perlu dicarikan solusinya.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Industeri Pariwisata 

Saat ini, sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang dibidik dalam industrialisasi oleh pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. Berbeda dengan sektor lainnya, Industeri Pariwisata melibatkan pemangku kepentingan yang banyak, dan di dalamnya bisa meliputi pengusaha besar dan kecil. 

Industeri Pariwisata bisa menjadi andalan dalam situasi bangsa kedepan, dengan didukung oleh situasi geografis di Asia Pasifik bahkan kawasan Timur ditambah lagi potensi wisatawan yang tinggi. 

Upaya memaksimalkan dan memanfaatkan sumber daya alam serta keanekaragaman kebudayaan Indonesia, tentunya menjadi tantangan bersama untuk mempercepat perkembangan Industeri Pariwisata. Dengan begitu juga akan memberikan lapangan pekerjaan kepada mereka yang berpendidikan rendah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2