Mohon tunggu...
Azmi Hardi Roza
Azmi Hardi Roza Mohon Tunggu... Wiraswasta - Ingin menjadi ayah yang baik

Suka jalan kaki, suka makan pempek

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Menuju Komunikasi Digital Masyarakat Pertanian

7 Desember 2022   17:06 Diperbarui: 9 Desember 2022   14:33 187
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR)

Sumber daya manusia merupakan hal fundamental yang harus dimiliki oleh suatu negara. Keberhasilan pembangunan suatu negara tergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Setiap negara selalu berupaya keras untuk dapat meningkatkan kualitas dan kopentensi sumber daya manusianya. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut.

Berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, beberapa hasil kajian menyatakan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki karakter: 1) Competency, yaitu memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan serta pengalaman yang baik. 2) Berkommitmen pada organisasi. 3) Selalu bertindak efektif pada biaya, serta 4) bertindak selaras antara tujuan pribadi dan sosial. 

Pengembangan sumber daya manusia Indonesia merupakan bagian dari proses dan tujuan pemerintah dalam membangun dunia pertanian. Karena hal ini tak lepas dari peran penyuluh sebagai aktor penting dalam menjembatani pemerintah dan para petani. 

Sejalan dengan itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya demi terciptanya iklim pembangunan pertanian yang kondusif. Upaya tersebut tercermin dalam pencanangan program Refitalisasi Penyuluhan pertanian (RPP). Yaitu telah disahkanya undang undang system penyuluah pertanian, perikanan dan kehutanan (SP3K) No.16 Tahun 2006.

Upaya ini bertujuan untuk menata dengan baik penyuluhan pertanian agar memiliki satu pemahaman sehingga dapat dicapai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan pertanian Indonesia.

Kemajuan teknologi yang serba digital seperti saat ini telah memberikan perubahan secara perlahan pada dunia penyuluhan. Saat ini penyuluhan bisa dilakukan secara e-learning, zoom, media googlemeet dan berbagai platform lainya. 

Dengan pemanfaatan e-learning pembelajaran bisa dilakukan secara jarak jauh walau di beberapa hal masih ada keterbatasan. Keterbatasan itu seperti tingkat pendidikan peserata, umur peserta yang dapat mempengaruhi keinginan dalam penggunaan teknologi informasi. 

Namun secara bertahap keterbatasan itu bisa diatasi dengan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah seperti mengadakan pelatihan pelatihan dibidang teknologi informasi sehingga pembangunan pertanian melalui penyuluhan bisa terwujud.

Keberadaan ontologis dunia digital atau virtual sudah berubah yang semula komunikasi konvensional face to face sekarang komunikasi bisa dilakukan dengan sarana kabel telpon, kemudian berkembang alat komunikasi nir kabel yaitu hand phone, dan saat ini yang berkembang adalah komunikasi face to face namun di fasilitasi oleh jaringan internet. Dan hal ini kedepanya akan menjadi dominasi sarana komunikasi. 

Secara epistimologi bagaimana komunikasi bisa dibangun dengan zoom dan google meet. Bisa di katakana saat ini hampir semua kalanagan, pelajar, mahasiswa, karyawan dan propesional lainya mindset mereka sudah berkembangan dengan komunikasi yang serba nir kabel yaitu seperti platform yang berkembang tadi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun