Mohon tunggu...
Aziizirrahiim
Aziizirrahiim Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti

Haloo! Saya Aziz (Muhammad Ibdi Nur Aziizirrahiim), mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2018 di STP Trisakti prodi S1 Pariwisata

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sampai Kapan Fanatisme Suporter Menelan Korban Jiwa?

6 Oktober 2022   21:27 Diperbarui: 6 Oktober 2022   21:38 242
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. (Foto: AP/Yudha Prabowo)

Sedangkan dari pihak TNI terdapat 5 anggota yang telah diperiksa termasuk seorang anggota TNI dalam video yang viral karena menendang salah satu suporter.

Di sisi lain pihak panpel atau panitia pelaksana pertandingan juga disoroti sebagai salah satu pihak yang melakukan pelanggaran dalam menjalankan pertandingan pada malam itu. Beberapa diantaranya adalah tiket yang terjual lebih dari kapasitas penonton di stadion. 

Sebanyak 42 ribu lebih tiket terjual sedangkan kapasitas stadion hanya berkisar 38 ribu penonton saja. Lebih lanjut, pihak panpel seharusnya sudah mengetahui bahwa pertandingan ini merupakan pertandingan high risk dengan adanya imbauan dari pihak kepolisian untuk melaksanakan pertandingan pada sore hari namun ditolak oleh panpel. 

Ditambah dengan adanya gerbang stadion yang tidak bisa dibuka menyebabkan kerumunan sulit untuk keluar dari stadion. Buntut dari peristiwa ini PSSI memberi sanksi seumur hidup kepada panpel.

Setelah adanya tragedi Kanjuruhan, seharusnya banyak pihak yang mengevaluasi kenapa peristiwa ini dapat terjadi. Mulai dari suporter, panitia pelaksana, dan pihak Kepolisian serta TNI seharusnya berbenah dengan adanya kesepakatan peraturan antara pihak FIFA, panitia pelaksana, dan pihak Polri.

Kericuhan. Sumber: cnnindonesia
Kericuhan. Sumber: cnnindonesia

Tragedi ini menambah daftar panjang korban suporter di Indonesia. Walaupun kejadian di Kanjuruhan ini memang bukan sepenuhnya kesalahan suporter tetapi dari pihak suporter memiliki andil dalam peristiwa ini. 

Sudah puluhan tahun berlalu fanatisme dari suporter klub sepakbola di tanah air telah menelan banyak korban kebanyakan korban jatuh akibat fanatisme yang berlebihan rivalitas antara suporter. 

Pada Juni 2022 lalu terdapat empat korban jiwa akibat pengeroyokan saat laga Persib Bandung, lebih jauh lagi di tahun 2018 juga terdapat seorang Jakmania yang tewas dikeroyok oleh Bobotoh dan masih banyak lagi korban lainnya.

Suporter datang seharusnya untuk memberi gelora semangat dan dukungan kepada tim yang mereka dukung, bukan untuk menyebarkan teror dan kerusuhan bahkan tidak sedikit suporter yang merusak stadion. 

Suporter harus dapat menahan emosi tidak melakukan tindakan anarkis serta melakukan provokasi yang membahayakan suporter lain. Berkaca dari banyaknya korban pengeroyokan akibat rivalitas suporter yang terjadi selama puluhan tahun ini, tidak bisakah suporter antar tim sepak bola di Indonesia ini berdamai. Sampai kapan rivalitas antar tim dan suporter menelan korban jiwa dengan terus menyimpan dendam dan amarah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun