Mohon tunggu...
Alfiyah  Qurrotu A.
Alfiyah Qurrotu A. Mohon Tunggu... Penulis - guru

masih belajar, dan selamanya akan begitu.

Selanjutnya

Tutup

Love

Siapkan 5 Hal Berikut Sebelum Putuskan Menjadi Pasangan Jarak Jauh!

26 Februari 2021   16:45 Diperbarui: 26 Februari 2021   17:31 145
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mencintai bukan sekadar kamu harus menghabiskan waktu 24 jam untuk aku, tapi bagaimana kamu bisa bahagia 24 jam tanpa aku

Hidup adalah pilihan. Menjadi jauh, jika banyak pilihan lain yang dimiliki oleh suatu pasangan pastinya tidak akan memilih hal itu. Kalau ada yang lebih mudah, kenapa pilih susah, iya kan? Tidak enak, memang. Tapi, jauh fisik tidak begitu masalah, jika hati sudah memiliki keterikatan satu sama lain.

Berikut adalah kiat memulai hubungan jarak jauh bagi teman-teman yang sudah atau bahkan baru memulai hubungan serius dengan teman mesranya. Akhir-akhir ini, banyak sekali cerita percintaan dari berbagai pihak. Mulai dari saya pribadi, orang yang dekat dengan saya, hingga orang yang saya kenal tapi tidak dekat dengan saya. Semoga, kita senantiasa diberi jalan tengah oleh Yang Kuasa untuk kelanjutan kisah asmara yang sangat tidak akan ada habisnya jika dibedah kisah-kisah uniknya ini.

Baiklah. Memang tidak mudah menjalin hubungan yang memiliki jarak fisik yang jauh. Yang dekat saja terkadang masih sering terjadi---maaf---cek cok sana sini. Bagimana dengan yang terpisah oleh jarak. Saya pribadi mengakuinya sangatlah sulit---jika masih ada keraguan dalam hati kecil kita. Ya! Tidak hanya untuk mereka yang masih berstatus belum menikah, bahkan yang sudah resmi diikat dengan ibadah pernikahan, masih sangat rentan mengalami kesedihan saat sedang berjauhan dengan pasangannya jika Langkah yang ditempuh dalam melangsungan hubungan masih bermasalah.

Starter pack berikut ---sebaiknya---disiapkan bagi teman sekalian yang sedang berjuang dalam kondisi fisik jauh dari pasangannya. Mungkin memang sulit, tapi jika sudah ada tekad bulat, kita pasti bisa~

Menyelesaikan Trust Issue. Mengalami hal tidak mengenakan di masa lampau jika belum terselesaikan memang cukup menyakitkan. Hal demikian sebisa mungkin diselesaikan sebelum kepercayaan pada diri sendiri mulai memudar dengan perlahan. Karenanya, hal demikian dapat memengaruhi bagaimana anda berhubungan dengan pasangan. Betapa anda sudah mulai tidak percayaan dan curiga terhadap orang yang berada di sekeliling. Mengutip dari Satu persen, hal yang bisa dilakukan saat tak kunjung berdamai dengan diri sendiri. Sebaiknya kita lebih berupaya untuk bisa besyukur lagi jika salah satu tujuan hidup tercapai, dan menerimanya jika hal demikian belum tercapai.

Membangun komunikasi terbuka. Membangun komunikasi dua arah memang tergolong sulit bagi kaum yang terbiasa memendam perasaannya. Kembali lagi, dalam sebuah hubungan memang komunikasi merupakan hal terpenting jika menginginkan kondisi yang sehat diantara kedua pihak. Beberapa orang atau bahkan pasangan, ada yang nyaman jika setiap jamnya ngobrol ada juga yang hanya cerita Ketika mendapat sebuah masalah. Hal tersebut bisa diatur sedemikian rupa versi "komunikasi terbuka" bagi tiap pasangan. Karena jika terus-terusan komunikasi lewat kode-kode rahasia, lama kelamaan justru akan membuat pasangan anda merasa kebingungan. Iya kalau doi sangat peka, kalau enggak? Mau sampai kapan meminta orang lain untuk menebak-nebak apa yang dimau? Hihi.

Tidak kabur saat ada masalah. Selalu ada, meskipun nyatanya tidak selalu ada disisinya. Begitulah menurut artikel yang saya baca. Kondisi dimana saling terhubung dalam emosional. Berusaha sebisa mungkin untuk menyelesaikan masalah sekecil aapun itu. Karena dengan mengutarakan dan mencari solusi bersama, hal demikian dapat meminimalisir terjadinya memori tertumpuk di kemudian hari. Dampak dari melupakan atau pergi atas masalah masa lampau yang belum usai.

Memberi dan menjaga kebebasan. Mengatur apa yang orang lain kerjakan sesuai dengan keinginan kita memanglah mustahil untuk dilakukan. Bahkan kondisi demikian juga tidak dianjurkan, karena memang setiap manusia memiliki kebebasan atas dirinya sendiri. Menjaga disini diartikan dengan kondisi saling mengingatkan Ketika ada yang sudah mulai kurang baik agar kembali normal (lagi). Tidaklah sampai menjadi posesif, uring-uringan ketika pasangan melakukan hal yang tidak sama dengan keinginan kita. Saling mengerti bahwa masing-masing dari kita tentu membutuhkan waktunya dengan hal-hal yang disukainya

Saling terhubung. Pasca menjalani komunikasi terbuka, pasangan bisa melakukan hal-hal yang sifatnya saling membangun. Karena menjalin hubungan bukan lagi soal aku dan dia, tapi terbentuk "kita" yang menjadi teman dalam tim untuk saling bekerja sama dalam mewujudkan tujuan hidup kedua belah pihak.

Semangat ya, menjadi PJJ---pasangan jarak jauh---itu (tidak) berat, selain mengunggulkan rasa "saling", doa juga berperan penting untuk menyelamatkan hubungan yang dimiliki~

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun