Mohon tunggu...
Ayuni Devitasari
Ayuni Devitasari Mohon Tunggu... Ayuni Devitasari

Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Rebahan, Jangan Dijadikan Hobi

19 Desember 2019   18:54 Diperbarui: 20 Desember 2019   05:06 311 0 0 Mohon Tunggu...

Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat segala hal dapat dicapai dengan mudah. Apapun yang kita butuhkan bisa didapatkan hanya dengan sekali sentuh jari, bahkan sambil rebahan sekalipun. Rebahan merupakan hobi yang dianggap wajar oleh para generasi milenial. Bahkan, mereka merasa bangga untuk menjuluki dirinya sebagai Kaum Rebahan. Hal ini menyebabkan tagar #MasihRebahan sempat menjadi puncak trending topic di kalangan pengguna twitter.

Adapun ciri-ciri Kaum Rebahan yaitu malas bergerak dan ingin selalu tiduran di kasur. Menurut mereka, hidup akan lebih sempurna apabila dilengkapi dengan gadget, jejaring internet, dan camilan. Kaum Rebahan didominasi oleh para remaja dan usia dewasa awal. Biasanya, Kaum Rebahan ini lebih memilih menghabiskan weekend atau liburannya untuk rebahan daripada keluar jalan-jalan.

Rebahan sering kali dialibikan sebagai salah satu bentuk istirahat. Namun, hal yang awalnya diniatkan untuk istirahat ini jika dilakukan terlalu lama akan memberikan dampak yang negatif bagi tubuh. Menurut penelitian NASA (National Aeronautics and Space Administration), rebahan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh menjadi semakin lemah. Hal ini dikarenakan kekuatan otot menurun 10-15% tiap minggunya jika jarang digunakan untuk bergerak. Bahkan kekuatan otot dapat menurun hingga 50% jika tidak digerakkan dalam waktu tiga sampai empat minggu.

Selain itu, daya tahan tubuh akan menurun jika waktu yang dihabiskan di tempat tidur lebih lama. Hal ini dikarenakan massa tulang dan otot akan menurun, detak jantung melemah, serta volume darah menurun. Selain daya tahan tubuh yang menurun, ternyata rebahan dapat menurunkan kemampuan mengingat juga, lho. Hal ini dikarenakan rebahan yang terlalu lama dapat memperlambat kinerja dan fungsi sel otak. Ditambah lagi, sering kali kita malas berpikir saat rebahan.

Resiko obesitas dan diabetes juga mengincar para kaum rebahan. Apalagi jika rebahannya didampingi dengan berbagai macam camilan. Sudah malas gerak, ditambah lagi makan camilan terus. Hal ini jelas memicu naiknya berat badan dengan sangat cepat. Hal ini sudah dibuktikan oleh para peneliti Canadian sleep journal yang membuktikan bahwa tiduran lebih dari sembilan jam per hari dapat mengakibatkan obesitas. Selain itu, kadar gula dalam darah yang terus meningkat tanpa dibarengi dengan produksi hormon insulin yang cukup dapat beresiko diabetes.

Namun jangan salah, rebahan yang dilakukan dengan tepat dan waktu yang cukup dapat memberikan dampat positif bagi tubuh. Bahkan di Belanda, rebahan dijadikan gaya hidup untuk mengalihkan diri dari kejenuhan yang sering disebut dengan gaya hidup Niksen. Rebahan yang dilakukan dengan waktu yang cukup dipercaya dapat mengurangi stress, meningkatkan daya tahan tubuh, bahkan dapat mendatangkan inspirasi. Tapi ingat, jangan berlebihan ya.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan? Bangkit dan jadilah produktif. Meskipun ada banyak pekerjaan yang dapat dilakukan sambil rebahan seperti bisnis online dan content creator, jangan jadikan rebahan sebagai hobi. Istirahatlah yang cukup dan jangan berlebihan. Sesekali, habiskan waktu luang atau liburan dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca, membersihkan kamar, bersosialisasi dengan tetangga, dan jangan lupa olahraga.  Melakukan solo travelling atau group travelling juga dapat menjadi alternatif agar tubuh dapat melakukan refreshing dan tentunya tidak dibilang kuper alias kurang pergaulan. Meski terkesan sepele dan ringan, namun hal tersebut sangat penting bagi tubuh agar dapat terhindar dari banyaknya dampak negatif hobi rebahan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x