Mohon tunggu...
Ayu Puspita
Ayu Puspita Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah

you were born to be real, not to be perfect

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

For You, From Me Your Secret Admirer

30 Oktober 2020   17:58 Diperbarui: 30 Oktober 2020   18:00 358
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Seketika Cassiel terdiam seperti patung dengan dada yang terasa sakit. Ia langsung buru-buru menuju ke kelas dengan menahan air mata yang akan jatuh. Sesampainya di kelas ia langsung memeluk sahabatnya.

"Ada apa Cassiel? Kak Arfan lagi?" Tanya Mey.

"Iya" jawab Cassiel singkat. Mey tau jika keadaan seperti ini pasti Kak Arfan penyebabnya. 

"Dia kenapa lagi?" Ucap Mey sambil mengusap punggung Cassiel. Cassiel melepaskan pelukannya.

"Dia berpelukan dengan Tasya di depan mataku sendiri" Ucap Cassiel sambil mengusap air matanya.

"Kau tau sendiri kan jika Kak Arfan sedang dekat dengan Kak Tasya, aku juga sudah pernah bilang jika kau tidak mau sakit hati lupakan Kak Arfan" Ucap Mey dengan sebal karena sudah berulang kali ia mengingatkan hal tersebut pada Cassiel.

"Nggak bisa Mey, aku udah pernah coba dan itu gagal, semakin aku berusaha melupakan Kak Arfan, bayang bayang Kak Arfan selalu hadir di pikiranku" jelas Cassiel.

"Terus sekarang kamu mau bagaimana?" Tanya Mey

"Aku tidak tau, aku akan menahannya sebisaku jika aku sudah tidak sanggup aku akan berusaha melupakannya" Ucap Cassiel dengan akhir helaan nafas.

Mereka pun melanjutkan mengobrol dan Mey mengajak ngobrol Cassiel agar lupa sejenak tentang kejadian tadi. Bel masuk berbunyi para siswa memasuki kelas, pelajaran di mulai.

Sampai bel pulang berbunyi, para siswa berhamburan keluar kelas untuk segera pulang ke rumah. Cassiel memutuskan untuk pulang lebih cepat dari biasanya, yang biasanya dia akan mengamati Kak Arfan dari jauh saat pulang sekolah tapi kali ini ia ingin cepat cepat tiduran di atas kasurnya karena teringat kejadian Istirahat tadi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
  18. 18
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun