Mohon tunggu...
Ayra Amirah
Ayra Amirah Mohon Tunggu... Lainnya - Orang biasa

Menulis cerpen, membuat saya belajar tentang hidup

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Memaafkan Bawahan, Harus pula Memaafkan Tuan Rumah

26 Juli 2022   09:20 Diperbarui: 26 Juli 2022   09:24 239 32 13
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kebajikan membutuhkan keikhlasan, sepeeti tanaman membutuhkan hujan|foto ilustrasi: shutterstock

Berbuat kebajikan, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Tidak sesederhana mengeluarkan uang dari dompet lalu memasukkannya ke sebuah kotak sedekah.

Saya belajar banyak dari pasangan hidup, tentang mengikhlaskan apa yang orang lain lakukan kepada kami. Bukan sekali dua kali, entah sudah seberapa sering.

Suka memaafkan kesalahan orang lain, adalah baik. Tetapi apakah pernah terpikirkan bahwa memaafkan dari hati yang tulus, tidak selalu berjalan mulus?

Tantangan saat memaafkan orang lain

Sore itu, Pak Ibrahim, tuan rumah yang pernah mempercayakan pembangunan rumah tunggalnya kepada suami, menelepon.

Sebulan sebelumnya, terjadi pembatalan kerja antara Pak Ibrahim dan suami, perihal pembangunan tahap kedua. 

Tuan rumah hanya menyanggupi upah sekian, yang menurut suami angka yang diberikan tidak cocok dengan hitungan di lapangan. 

Sebenarnya suami bukan tipe orang yang haus untung besar. Ia lebih mempertimbangkan hubungan jangka panjang ke depannya.

Meskipun kerjasama tidak berlanjut, suami masih bersedia dititipi beberapa peralatan milik Pak Ibrahim, sampai yang bersangkutan datang ke lokasi.

Seperti yang saya tulis pada artikel Antara Senioritas dan Kebijaksanaan di Kantor, pada tahap awal pembangunan rumah yang dilakerjakan tahun lalu, terjadi insiden pencurian mesin air yang dilakukan bawahan suami (orang baru). 

Tidak ingin berterus terang kepada tuan rumah, suami menyimpan masalah ini dan menetapkan pelaku diberi keringanan hanya mengganti setengah dari harga mesin air. Suami yang akan menambah sisanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan