Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat kata

Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Membaca Dirimu Lewat Puisi

25 September 2022   05:32 Diperbarui: 5 Oktober 2022   21:55 408 77 24
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi membaca dirimu lewat puisi. Sumber: Didie SW/Kompas

(Pada suatu siang, saat kamu menyusuri tengah kota. Ketika aku   tenggelam dalam hati. Kataku, saatnya kamu membahagiakan dirimu sendiri. "Aku ingin sendiri," jawabmu. Ah, itu kayak dialog dalam cerpen)

***

Seperti halnya puisi, dirimu adalah keindahan
Pada metafora yang tak terduga
Jalinan kata yang diikat dengan rima yang memikat

Penuh misteri
Sulit ditafsirkan seperti apa, dan membacanya tak tahu dimulai dari mana

Kadang lebih kelam daripada malam
Menyembunyikan duri dengan wangi mawar

Dirimu, seperti halnya puisi, harus dibaca kata per kata
Tanda koma tak berarti jeda
Dan dirimu tak musti berhenti dengan tanda titik
Dalam kepala dirimu bergaung
seperti memekik

1000 puisi dirimu telah kubaca
Bara yang sulit padam
Luka yang mencari jalan dendam
Asa yang sebentar terang, lebih sering lagi temaram

Cinta, kamu harus membukanya

***

Lebakwana, September 2022

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan