Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://web.facebook.com/PimediaPublishing/ WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Perempuan-Perempuan Troya

2 Februari 2023   10:39 Diperbarui: 2 Februari 2023   10:42 171
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.theguardian.com

Fajar berjari api merah menari di atas bukit berbatu, para perempuan Troya mencuci pakaian dalam dan tunik prajurit Troya di sungai. Mereka menghapus perang dari serat wol dengan jari yang terlatih.

Para perempuan Troy mendapat julukan yang menghina dari Penyair Hebat dalam eposnya. Menangis dan meratap, para perempuan Troy mencuci. Ratapan dan tangisan yang menyedihkan. Tetap saja para perempuan Troy mencuci pakaian dalam dan tunik para prajurit di sungai.

Dari istana lamat-lamat terdengar tangisan dan ratapan. Ratu Hecuba. Andromache. Cassandra..Para Perempuan Troy--Helen yang berambut ikal keemasan cantik-- yang bukan berasal dari Troy, namun menentukan nasib kota ini untuk selama-lamanya. Tak satu pun dari wanita itu yang pernah mencuci pakaian dalam dan tunik pria yang berperang. Perempuan-perempuan ini akan terdengar menangis dari benteng tinggi Troya, memohon kepada dewa dan musuh untuk menyelamatkan sanak saudara mereka. Di bawah, di mana permohonan yang gagal jatuh ke tanah yang haus darah dan lapar jiwa, para perempuan Troy mencuci pakaian dalam dan tunik para prajurit di sungai.

Lelaki Troya yang seperti dewa membiarkan kota itu runtuh ke bumi. Keindahan kerajaan dipilah di kamp-kamp Yunani, sebagian besar dikirim ke kapal. Orang-orang Yunani memperebutkan rampasan perang seperti anjing-anjing gila yang mengerkah sisa-sisa daging dari bangkai kuda kudis yang dulu sangat berharga.

Kini para perempuan Troya yang tidak disebutkan namanya sedang mencuci pakaian dalam dan tunik prajurit Yunani di sungai, meratap dan bertanya-tanya: bertanya-tanya apakah mereka akan lebih baik berperang daripada kaum pria mereka. Bertanya-tanya mengapa mereka masih mencuci dan tidak dikirim ke kapal.


Apakah karena darah dan tanah terpisahkan oleh patriarki, menetes keluar dari sungai, menangis ke laut merah anggur?

Bandung, 2 Februari 2023

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun