Mohon tunggu...
Yayan Sopian
Yayan Sopian Mohon Tunggu... Guru - Guru yang belum bisa digugu dan ditiru

..

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Burung Cenderawasih yang Menawan Pandangan Perempuan Bernama Ellis Rowan, Ilustrator Botani dari Australia

7 Juli 2021   10:14 Diperbarui: 7 Juli 2021   10:21 1256
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Surat Kabar Harian New York Tribune, edisi 31 Agustus 1919. (Sumber : Alamy.com)

Imbas dari pandemi COVID-19, Pemerintah Australia mengeluarkan kebijakan melarang setiap orang bepergian kemanapun dan juga menolak kedatangan mereka yang akan kembali atau menuju Australia. Karenanya, banyak perhelatan yang dilakukan secara daring. Selaras dengan kebijakan tersebut, sebuah pameran daring bertajuk " Online Tour-Birds of Paradise : Ellis Rowan in New Guinea" diselenggarakan oleh National Library of Australia. Pameran ini telah berlangsung dari bulan Desember 2020 hingga Maret 2021.

Sesuai dengan tajuknya, pameran ini diselenggarakan untuk mengenang dan mengapresiasi pencapaian dan dedikasi yang dilakukan seorang ilustrator dari Australia, Ellis Rowan, yang hidup pada kurun pertengahan abad ke-19 hingga dua dekade pertama abad ke-20.

Ellis Rowan (1848 - 1922) adalah seorang seniman botani kenamaan Australia yang dikenal dengan karya-karyanya mendokumentasikan tumbuhan atau wild flowers dalam format lukisan cat air.  Wanita kelahiran Melbourne ini masyhur pada masanya di kalangan komunitas ahli botani dan sejarah alam di Australia. Bakat melukisnya diperoleh secara otodidak serta dorongan suaminya, Captain Charles Rowan. 

Perjalanan pertama Rowan ke New Guinea bertujuan untuk mendokumentasikan wild flowers, berlangsung sekira tahun 1890 an. Selepas dari perjalanan pertama ke New Guinea, ungkapan kekagumannya dituliskan kembali dalam buku Ellis Rowan : A Life in Pictures yang ditulis oleh Christin Morton - Evans. " Saya telah mengelilingi berbagai tempat di dunia, namun kecantikan tumbuhan yang saya jumpai di New Guinea tiada bandingnya." 

Selain botani, fauna seperti serangga, reptil dan burung tidak luput dari goresan kuasnya. Ketertarikannya kepada ordo aves khususnya keluarga Paradisaeidae, mendorongnya untuk menginjakkan kaki kali ke-2 di New Guinea, di tahun 1916-1917 . Atas bantuan Importir keramik Cina yang berbasis di Sydney, Flavelle Brother, akhirnya Rowan kembali ke New Guinea di usia yang hampir mendekati 70 tahun. Tentu saja, Importir ini mengabulkan permintaan Rowan, untuk menambah koleksi desain perusahaan, karena karya-karya Rowan menjadi referensi bagi produsen berbahan dasar keramik bagi pasar Australia untuk setiap desain produknya. 

Cenderawasih Toowa Cemerlang (Ptilorus magnificus). Circa 1917. Nampak juga toowa betina sedang memakan kupu-kupu (mungkin genus Ornithoptera)
Cenderawasih Toowa Cemerlang (Ptilorus magnificus). Circa 1917. Nampak juga toowa betina sedang memakan kupu-kupu (mungkin genus Ornithoptera)

Berkat bantuan penduduk sekitar yang menjadi pemandu dan juga pemburu, Rowan melukis objek Burung Cenderawasih secara langsung. Untuk menjaga keakuratannya tidak jarang ia harus melukis dengan satu tangan sedangkan tangan lainnya harus memegang objek dalam keadaan hidup. Beratnya medan di belantara New Guinea dapat ditaklukkan oleh keteguhan dan tekad seorang Elliss Rowan. Perjalanan selama 2 tahun terbayar dengan koleksi lukisan 42 jenis Burung Cenderawasih dari 15 Famili Paradiseidae.

Beberapa lukisan diselesaikan Ellis Rowan sekembalinya dari New Gunea. Perihal ini diungkap Patricia Fullerton, kurator dan penulis buku The Flower Hunter : Ellis Rowan. Ellis Rowan menuntaskan beberapa lukisan dengan cara mencocokan spesimen burung koleksi Melbourne Museum . 

Surat Kabar Harian pagi yang berbasis di Melbourne, The Argus, memuat kisah perjalanannya pada edisi 09 November 1918. Selang satu tahun berikutnya, Surat Kabar Harian New York Tribune, edisi 31 Agustus 1919, memuat 4 lukisan Burung Cenderawasih karya Ellis Rowan beserta deskripsi singkat profilnya. Bukanlah sebuah kebetulan karena pada 3 dekade pertama abad ke-20, trend busana dan aksesorisnya di Eropa serta Amerika Utara sedang menggandrungi eksotisme bulu burung yang ditambatkan pada topi. Termasuk salah satunya Burung Cenderawasih.

Surat Kabar Harian New York Tribune, edisi 31 Agustus 1919. (Sumber : Alamy.com)
Surat Kabar Harian New York Tribune, edisi 31 Agustus 1919. (Sumber : Alamy.com)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun