Mohon tunggu...
Kang Wahyu
Kang Wahyu Mohon Tunggu... Penulis - Peracik Diksi

Rintik itu menarik, sekian titik. Hujan berbisik, jemari mengetik.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Percakapan Dua

22 Oktober 2021   10:30 Diperbarui: 22 Oktober 2021   10:33 120 28 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber Ilustrasi: PEXELS/icono.com

Jumat pagi, cerah hari ini. Mentari hadir seperti biasa, meski entah sore hari. Seperti kemarin, sore turun hujan sangat lebat, hanya terdiam di kamar saat petir bergiliran menyambar.

Jumat pagi, sejuk saat ini. Angin yang berhembus menghapus grogi, merasa lebih percaya diri untuk menjalani hari ini. Hari ini yang bukan kemarin atau esok hari, hari ini yang tengah terjadi.

Jumat pagi, mencoba bersih hati. Dua hari yang lalu ada sesuatu yang bersemi, kemarin ada friksi yang terjadi, hari ini entah akan datang apalagi.. semoga saja tidak tersaji kurang gizi, untuknya pikir juga isi hati.

Jumat pagi, aku berhenti mencari. Sudah aku temukan jawaban, telah aku perkirakan keadaan. Hanya tinggal menjalani, tanpa terbelenggu ragu yang selama ini kerap hadir mengganggu.

"Sebab ragu, kadang merasa semu lalu menjadi kaku. Hanya menunggu dan menunggu, tanpa sedikitpun mencoba melakukan sesuatu."

Jumat pagi, mentari naik lebih tinggi. Entah akan seberapa tinggi, aku tak peduli. Aku hanya akan mencoba siasati, agar hari ini jadi satu hari jumat yang lebih berwarna, dijauhkan dari sia-sia, dilekatkan dengannya damai jiwa.

"Haha.. tanganku mengetik sendiri. Tidak mau berhenti, tapi sisi lainku berkata tidak. Aku cukupkan saja sekian, daripada kebablasan."

Ruang _ Renung, 22 Oktober 2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan