Mohon tunggu...
Aurelia Natasya
Aurelia Natasya Mohon Tunggu... Freelancer - holla!
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

enjoy!

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Bioteknologi dan Teknologi Pangan, Dua Disiplin Ilmu yang Mampu Tingkatkan Produksi Pangan Indonesia

14 April 2020   15:23 Diperbarui: 14 April 2020   16:02 1042
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kini bioteknologi menjadi salah satu sektor yang penting di Indonesia. Meskipun Indonesi belum banyak mengaplikasikan ilmu ini, faktanya Bioteknologi menjadi salah satu bidang fokus rencana induk riset nasional (RIRN) hingga 2030. 

Hal ini terjadi karena pemerintah membutuhkan beragam hasil riset inovasi untuk  meningkatkan hasil produksi di bidang pangan dan perkebunan. Peran dunia pendidikan sangat penting untuk mendukung program tersebut, diantaranya melalui program studi yang khusus di bidang bioteknologi maupun teknologi pangan.

Pada dasarnya Bioteknologi tidak mampu berjalan sendiri untuk meningkatkan produksi pangan di Indonesia, perlu dibantu juga oleh disiplin ilmu lainnya, seperti Teknologi Pangan. Universitas Pelita Harapan (UPH) merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi yang menyediakan program studi (prodi) Bioteknologi dan Teknologi Pangan. 

Bioteknologi UPH  berfokus pada pembelajaran mengenai sel, kultur sel, dan jaringan. Bioteknologi UPH juga berkomitmen untuk  menghasilkan lulusan yang dapat menciptakan bisnis bioteknologi untuk meningkatkan produktifitas serta membuat produk-produk bioteknologi. 

Sedangkan, Teknologi pangan UPH lebih mempelajari tentang gizi, kualitas, dan fungsional pangan, hingga memberikan nilai tambah dan efek pengolahan pada konstituen dan ingredien pangan (sumber website uph.edu).

Di Bioteknologi UPH, mahasiswa dibekali dengan beragam keilmuan melalui mata kuliah yang relevan dengan kebutuhan yang ada. Misalnya melalui mata kuliah Pangan Fungsional dan nutraceutical --  mahasiswa akan mendapatkan pemahaman mengenai pangan fungsional dan perkembangannya. 

Mahasiswa juga dibekali dengan beragam skill untuk membuat berbagai produk industri, salah satunya juga industri pangan, yaitu kemampuan memanfaatkan teknologi Bioproses dan fermentasi, Teknik enzimologi, dan lainnya.

Tidak hanya itu, penelitian-penelitian yang bermanfaat juga tentunya selalu dilakukan  oleh para dosen Bioteknologi. Contohnya  Tjie Jan Tan -- Dosen Bioteknologi UPH yang sedikitnya sudah memiliki 13 publikasi baik berupa buku maupun jurnal. 

Banyak penelitiannya, yang membahas seputar teknologi di bidang pangan, contohnya buku "Probiotiks & Beyond' -- Buku ini bertujuan mengungkapkan peran probiotik yang sangat penting bagi tubuh; kemudian 'In Vitro and In Vivo Prebiotic Activities of Purified Oligosaccharides Derived from Various Local Bananas (Musa sp.): Tanduk, Uli, Raja Sereh, and Cavendish -- yang bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan oligosakarida atau prebiotic dari berbagai pisang local yang berbeda;  dan lain-lain.

Selain Bioteknologi UPH, Teknologi Pangan UPH juga selalu mendorong mahasiswanya terus memanfaatkan keilmuan yang diperoleh dan berinovasi sesuai tren dan kebutuhan. 

Tidak hanya melalui kegiatan di kelas, Teknologi Pangan UPH secara aktif juga mendorong kreativitas berinovasi melalui acara tahunan Food Explore. Di tahun 2019 lalu Food Explore 12 UPH membawa topik 'Ketahanan Pangan' yang relevan dengan fokus pemerintah untuk membahas upaya menjaga ketahanan pangan melalui serangkaian talkshow juga seminar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun