Mohon tunggu...
Asrul Sani Abu
Asrul Sani Abu Mohon Tunggu... Penulis - Author and Entrepreneur @ BSD City Tangerang Selatan dan kota Makassar Indonesia.

Asrul Sani Abu, S.E., M.M. Lahir pada tanggal 08 Juli 1973. Di kota Parepare, Sulawesi Selatan Indonesia. Pada tahun 1992, setelah menamatkan sekolah SMA Islam di Athirah Makassar melanjutkan kuliah dan kursus di University of Western Sydney Hawkesbury Richmond New South Wales Australia. Lalu pada tahun 1994 melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti Jakarta. Semasa kuliah sudah mulai berwirausaha di bidang sewa kendaraan dan kos sambil bekerja sebagai telemarketing di Kuningan Jakarta. Sempat juga bekerja sebagai tenaga pemasaran PT Zurich di Casablanca Kuningan Jakarta. Tahun 2001, sambil bekerja melanjutkan pendidikan Master di Universitas Trisakti Jakarta dengan mengambil jurusan Manajemen Pemasaran dan berhasil lulus memuaskan pada tahun 2003. Kemudian memulai usaha pendidikan Amadis Center dan Sani Car Rental di sebuah Ruko Metro Permata Karang Tengah Ciledug Tangerang. Aktif berorganisasi sebagai wakil ketua Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA-Hawkesbury), anggota dewan penasehat Tangsel Club, ketua bidang transportasi di AUMI (Asosiasi Usaha Menengah Indonesia), dewan penasehat JPN (Jendela Pendidikan Nusantara-Tangsel), dewan pembina Rumah Quran Alfatih Makassar, dan sebagai dewan pembina Komunitas Sajak Indonesia (KSI). Pada tahun 2017, membantu ayahanda dan ibunda mendirikan perusahaan keluarga PT. Tjorauleng Maega Berkah di bidang properti dan transportasi serta jasa yang memulai debut Sani Land. Kegiatannya tetap berbagi dan menulis buku-buku seperti   1. Manajemen Kebahagiaan atau “Happiness Management" 2. Buku novel: Ayat Cinta Sang Pujangga 3. Buku Syair: The Masterpiece of Love and Life. 4. Buku Antologi: Cahaya Sang Pelopor Sandaran Jiwa 5. Buku Antologi: Untaian Kata Sang Penyair. 6. Buku sajak: Bukan Syair Biasa. 7. Buku novel: From Sydney to Jakarta. Saat ini, menetap dan tinggal di BSD City Serpong Tangerang Selatan, Banten. INDONESIA.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kala Menangis Tak Berair Mata Lagi

17 April 2021   10:09 Diperbarui: 17 April 2021   10:18 37 2 0 Mohon Tunggu...

KALA MENANGIS, TAK BERAIR MATA LAGI.

Kala menangis tak berair mata lagi, karena hati yang mulai tertutupi.
Penuh beban dan derita tak sanggup hidup sendiri.

Kala menangis tak berair mata lagi, karena hidup yang cepat berubah
Banyak guncangan hati dan jiwa
Hingga tak tahu mau kemana.

Kala menangis tak berair mata lagi, karena hidup yang semakin menghimpit
Menyerang setiap otot dan sendi ekonomi
Entah sampai kapan krisis ini kan berakhir.

Kala menangis tak berair mata lagi, karena jurang bumi dan langit.
Singgasana semakin jauh dengan rumput dan sungai.
Tak melihat daun dan bunga yang kering
Karena air mata sudah tak ada lagi.

Kala menangis tak berair mata lagi.
Kala Tuhan telah rindu karena lama tak dicari.
Sibuk mengejar dunia tiada berhenti
Hingga lupa, air mata telah habis dan mengering.

Ibu pertiwi telah lama merintih dan menangis
Menanti anak negeri untuk membantu dalam segala perih.
Walau mata air tak pernah habis dan mengering.
Karena hujan pasti kan selalu menyirami sang bumi kembali.

ASRUL SANI ABU.


Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN