Kesehatan

Peran Farmasi dalam Menyongsong Indonesia Sehat 2025

14 Januari 2018   00:50 Diperbarui: 14 Januari 2018   08:14 533 0 0

"Peran Farmasi dalam Menyongsong Indoenesia Sehat 2025"

Asma Aris

Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin

 

Indonesia merupakan salah datu negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk  terbesar ketiga di dunia. Jumlah penduduk Indonesia yang besar ini membuat persaingan di era globalisasi semakin meningkat pula. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai perlu dilakukan agar bangsa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain di era globalisasi ini. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga merupakan tujuan dari pembangunan nasional. Salah satu persaingan yang ada pada kelaknya menjadi penyongsong Indoensia berkembang dimasa yang akan datang adalah kesehatan, dalam hal ini adalah dunia farmasi.

Berbicara mengenai farmasi, tentunya menjadikan pemikiran yang terarah kepada dunia pelayanan kesehatan ataupun obat-obatan. Farmasi merupakan salah satu cabang ilmu yang memperlanjuti tentang cara atau seni meracik, mencampurkan, membuat, mengidentifikasi, mengkombinasi serta menganalisis suatu obat atau sediaan obat, bahkan pula ditambahkan beserta penyimpangan, pendistribusian dan penggunaannya. 

Secara garis besar, kompetensi farmasi adalah mengupayakan dan menyelenggarakan jasa kesehatan dengan melibatkan agar dapat mendalami, memperluas, menghasilkan, dan mengembangkan pengetahuan tentang obat. Peran farmasi dalam menyongsong Indonesia sehat 2025 sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesadara, kemampuan hidup sehar setiap orang, serta dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Negara Indonesia termasuk negara yang ditandai dengan memiliki tingkat kesehatan masyarakat yang besar, dan memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan bermutu, secara adil dan merata.

Pada saat ini pengembangan dalam strategi untuk meningkatkan peranan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dilakukan sebagai sarana dan prasarana untuk menunjang pengembangan kualitas dunia kesehatan menuju Indonesia yang lebih sejahterah. Seiring perkambangan zaman, begitu banyak teknologi diciptakan yang mendukung peran dunia farmasi dalam bidang keobatan ataupun dunia pelayanan masyarakat. 

Peningkatan dalam mendukung upaya peningkatan dunia farmasi sangat dibutuhkan pada saat ini dan sangat diperlukan dalam perkembangannya, agar nantinya tidak hanya menjadi konsep dalam pandangan masyarakat bahwa farmasi hanya berhubungan dalam dunia "apotek" ataupun "apoteker". Melainkan juga dapat menjadi pusat penunjang dunia pengobatan dalam kanca nasional dan bahwa farmasi sangat menjadi penunjang untuk menjaga kestabilan dan menyongsong Indonesia sehat.

satu kalimat yang menjadi patokan dalam kehidupan ialah tiada hari tanpa harus memperhatikan kesehatan. Sebuah tafsiran kalimat yang selalu menjadi pedoman bagi setiap masyarakat dalam menunjang untuk memperhatikan kesehatan tubuh, sehingga kelas dapat menorehkan sebuah pencapaian yang baik dalam kebaikan kesehatan masyarakat. Perkembangan dalam ruang lingkup farmasi haurs menjadi perhatian yang harus dilakukan terus menerus untuk negeri ini. 

Hal ini dikarenakan bahwa sebagai seorang farmasis tidak hanya selalu berada pada pedoman itu saja yang nanti mengakibatkan dapat tertinggal dari perkembangan luar negeri yang terus maju. pemikiran farmasis yang memiliki sisi kognitif yang kreatif, dan inovatif yang merupakan lentera bagi kehidupan. Kita semua dilahirkan dengan potensi kreativitas. Salah satu ciri yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lain adalah kreativitas kita atau kemampuan kita menciptkan sesuatu. Sehingga akhirnya, untuk menunjang hal perkambangan ilmu pengetahuanalam khususnya farmasi dibutuhkan peran yang cukup besar dan intelektual yang baik dalam bidangnya.

Dalam dunia farmasi terdapat beberapa suatu kendala baik dalam sistem seleksi/perencanaa, penyediaan/pengadaan,penyimpanan dan distribusi, serta penggunaan . Dalam sistem seleksi/perencaaan yaitu selsksi obat tidak berdasrakan metode konsumtif, metode morbidutas dan metodepereto. sistem penyediaan/pengadaan yaitu pengadaan dilakukan oleh pihak ketiga melalui penunjukan langsung dimana obat dan perbekalan kesehatan yang dibutuhkan tertera pada surat perjanjian (menghindari pelelangan umum). 

Penyimpanan dan distrbusi yaitu obat dan perbekalan farmasi yang diterima dipuskesmas disimpan ditempan penyimpanan obat yang khusus sehingga dapat menyebabkan kerusahan. Terakhir penggunaan ialah pengetahuan konsumsen (masyarakat) terhadap obat yang diterima tidak ada serta pelayanan kesehatan yang kurang sehingga banyak obat yang tidak digunakan seluruhnya oleh pasien.

Dengan melihat beberapa kendala dalam dunia farmasi, tentu hal ini membuat tugas yang cukup berat dan menantang dalam dunia pengobatan seperti lembaga-lembaga yang memeliki wewenang untuk menjaga dan bertanggung jawa atas penyebaran produksi obat-obatan pada konsumen. Selain itu, pelayanan kepada masyarakat dan pengembangan mutu kualitas dari "Apotek" maupun "apoteker" harus dapat dipertahankan ataupun dikembangkan agar nantinya peran farmasis yang bergelut pada bidang tersebut dapat menjadi suatu pedoman untuk menjadikan kualitas mutu kesehatan lebih baik di Indonesia ini.

Cabang-cabang produksi obat-obatan telah banyak bermunculan di berbagai pelosok negeri ini, namun tidak sedikit pula dari begitu banyaknya pengembangan tersebut, justru banyak penyebaran obat-obatan ilegal ataupun toko-toko penjualan obat ilegal. Hal inilah yang harus diwaspadai dan harus dijaga agar hal itu dapat dicegah ataupun dapat diatasi agar tidak terdapat lagi hal seperti itu. Peran apotek yang akan menunjung dunia obat-obatan nantinyalah yang memiliki peran terhadap hal ini. Dimana apotek yang legal dan telah tetapkan secara resmi harus meningkatkan kualitas produksi obat-obatan yang kelak dapat menjamin kesehatan dari produksi obat tersebut oleh kunsumen.

Peminat akan dunia farmasi tidak dipungkiri lagi peningkatannya setiap tahun dan dari hal inilah, dari peningkatan peminat dalam dunia farmasi nantinya dapat menyaring para farmasis yang berintelektual untuk menjamin pengembangan farmasi untuk menjadikan Indonesia sehat kedepannya. Farmasi bukanlah hal semata-mata hanya menciptakan obat untuk menjadikan masyarakat sehat. Namun pada ruang lingkup farmasi sendiri, dimana dituntut untuk lebih kondusif dalam obat-obat yang diciptakan ataupun diproduksi agar tetap menjaga kestabilan dari obat tersebut dan memang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Pelayanan kefarmasian saat ini sudah semakin berkembang. berbagai tuntutan yang ada di masyarakat menjadi tantangan untuk pengembangan dalam dunia kefarmasian, seperti Pharmaceutical care yaitu obat sampai ke tangan pasien dalam keadaan baik, efektif, dan aman disertai dengan informasi yang jelas sehingga penggunaannya tepat dan mencapai kesembuhan. Tuntutan farmasi untuk dapat berperan dalam perkembangan industri farmasi yaitu perkembangan Drug delivery system, pengembangan cara produksi dan metode kontrol kualitas.

Beberapa hal yang melibatkan farmasis dalam kesehatan masyarakat :

1. Identifikasi health-ralated public/comm problems: secara luas berprinsip pada epimidemiologi,  termasuk pengumpulan data yang diperlukan untuk penentuan penyebab penykit, efek (obat), penyembuhan penyakit.

2. Penentuan prioritas kesehatan: yaitu lewat proses legislative/regulasi yaitu penentuan alokasi dana untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan.

3. Health-planning: setelah prioritas ditentukan, program pelaksanaan disusun secara sistematik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

4. Evaluasi-program : data harus dikumpulkan untuk  digunakan sebagai umpan balik sebagai proses perencanaan tugas berikutnya, sehingga menjadi dinamik.

Aktivitas farmasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat :

1. Imunisasi : dalam pemberian tidak berperan, namun suplai logistik merupakan hal yang esensial. Hal yang lebih penting adalah peran penyuluh kesehatan pada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan partisipasi.

2. Penyalahgunaan dan penggunaan salah : obat, alkohol, merokok, zat adiktif yang lain, dosis. Pendidikan merupakan prioritas penentu.

3. Penyuluhan penularan penyakit seksual : AIDS > Pendidikan perilaku sehat

4. Keluarga berencana : Penyuluhan dan penyebaran informasi kesehatan

5. Model, adopsi-inovasi, penggunaan obat secara benar.

6. Promosi kesehatan

7. Pencegahan keracunan : tindakan awal, pertolongan pertama kesehatan.

8. Persiapan penanggulangan bahaya dan keadaan darurat.

9. Pelaksanaannya dalam kelompok terpadu dikelola dengan baik.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia setiap tahun, peran tenaga kesehatan mengalami peningkatan. sehingga perannya menjadi penentu dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dari produksi obat-obatan. Dengan peran farmasi dalam menyongsong Indonesia sehat 2025 diharapkan dapat memberikan manfaat yang sangat penting bagi masyarakat. hal ini diantaranya dapat memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan dengan terwujudnya keadaan sehat jasmani, rohani maupun sosial yaitu lingkungan yang bebas dari kerawanan sosial budaya.

Perilaku masyarakat dalam Indonesia Sehat 2025 diharapkan dapat berperilaku proaktif untuk memelihara dan menjaga kesehatan. Dengan peilaku ini seluruh masyarakat Indonesia akan dapat menjalani hidupnya dengan tentram dan damai dengan sehat. Mencegah risiko terjadinya penyakit: melindungi diri dari ancaman penyakit dan masalah kesehatan lainnya; sadar hukum, serta berpartisipasi aktif dalam gerkan kesehatan masyarakat, termasuk menyelenggarakan masyarakat sehat dan aman.

Suatu saat nanti Farmasi akan dihadapkan oleh MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Masyarakat Ekonomi ASEAN menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi tenaga farmasi. Tantangan berupa persaingan dengan negara-negara lain yang berada di kawasan Asia Tenggara yang bisa saja mereka memiliki tanga farmasi yang lebih berkompoten dan berkualitas dibandingkan negara kita. Hal tersebut tak dapat dipungkiri, karena salah satu ciri-cir MEA adalah kawasan ekonomi dan pendidikan yang sangat kompetitif. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan adanya kerja sama dari segara sektor untuk mendukung tenaga farmasi dengan meningkatkan segala kualitas khususnya untuk pelayanana farmasi bersaing lebih kuat lagi dengan negara ASEAN yang lain.

Disamping itu, MEA memberikan peluang yang besar bagi tenaga farmasi jika dapat mengikuti kainginan pasar dan menghasilkan tenaga farmasi yang berkualitas. hal itu tidak mustahil untuk kita lakukan karena MEA masih mencakup negara-negara ASEAN. Tenaga farmasi dituntut untuk meningkatkan kemampuannya dalam memenuhi standar ASEAN tersebut guna menghadapi persaingan dengan tenaga farmasi luar negeri yang akan masuk ke Indonesia. Jika hal tersebut tercapai, maka persaingan dalam MEA bukanlah sebuah tantangan yang perlu ditakuti.

Bukan hanya tenaga farmasi, industri farmasi juga pasti akan merasakan dampak yang sama dengan tenaga farmasi yaitu persaingan pasar bebas ASEAN. Industri farmasi merupakan salah satu dari sedikit industri yang selalu bertumbuh dari tahun ke tahun. Pertumbuhan industri farmasi tidak lepas dari peningkatan harapan hidup. Tantangan bagi industri farmasi berupa persaingan industri dengan industri negara lain yang bisa saja mereka telah lebih unggul dari Indonesia dan memiliki produk-produk yang lebih bagus dan berkualitas.

Peluang bagi industri farmasi sendiri yaitu menjual produk-produk lokal ke negara ASEAN, tetapi produk ini harus memiliki kualitas yang bagus agar tidak kalah saing dengan produk-produk dari negara ASEAN lain. untuk menciptakan produksi yang berkualitas, industri farmasi harus lebih teliti pada saat proses pembuatan produk dan harus lebih memperbaharui lagi informasi bahan obat terbaru. Hal diharapkan dapat membawa nama farmasi di Indonesia hingga tingkat Internasional bahwa tenaga farmasi kita ini daapt memberikan kualitas yang bagus terhadapt produk yang dihasilkan sehingga mampu untuk bersaing di dunia pasar bebas (MEA)