Mohon tunggu...
Resa Amelia Utami
Resa Amelia Utami Mohon Tunggu... Anak SastRantau | Tidak menyukai ikan dan kucing padahal satu diantaranya menyukai yang lain | IG : @ru.amelia

Ajak aku membaca, menterjemahkan kehidupan ke dalam satu bahasa; setatap yang membinar dua pusaka. Sebelum kau hapus, silahkan jejaki Storial : @aru99

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Meneladani Karakter Khas Ukasyah di 'Asyroh Awakhir Ramadhan

3 Mei 2021   23:52 Diperbarui: 4 Mei 2021   00:23 393 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Meneladani Karakter Khas Ukasyah di 'Asyroh Awakhir Ramadhan
Sumber: Penyala.wordpress.com

Selalu saja saat waktu telah mengalir deras ada ungkapan yang sudah tidak asing lagi, "Tak terasa ya." Entah itu hanya sekadar ungkapan latah atau jangan-jangan memang tidak dirasakan dan dianggap berlalu begitu saja? Wah jangan sampai kelalaian justru menghabiskan sisanya; 'Asyroh Awakhir Ramadan tahun ini yang telah di depan mata dengan segala kejutannya. Rugi banget nih kalo gak mencontoh karakter khas  dari Ukasyah sahabat Rasulullah SAW.

Ukasyah bin Mihshan atau yang lebih akrab disebut Ukasyah merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang lahir pada tahun 34 sebelum tahun hijrah dan wafat pada tahun 11 setelah hijrah. Ukasyah terkenal dengan keterlibatannnya pada dua kisah unik bersama Rasulullah SAW. Dua kisah itu termaktub dalam dua hadis yang berbeda.

Hadis pertama, diriwayatkan oleh Abu Hurairoh, suatu hari di sebuah majlis ilmu Rasulullah pernah bersabda, "Ada 70 ribu orang dari umatku yang masuk surga tanpa hisab, wajah mereka bak bulan purnama." Mendengar hal ini, sontak membuat Ukasyah tidak tinggal diam dan menyahut sabda Rasul, "Wahai Rasul, doakan aku agar bisa menjadi bagian dari mereka." Rasul pun mendoakannya.

Rupanya sahabat lain yang hadir saat itu juga tidak ingin ketinggalan. Berdirilah salah satu di antarnya dan meminta hal serupa. Namun, Rasulullah mengatakan kepadanya sabaqaka bihaa 'ukaasyah! (sungguh Ukasyah telah mendahuluimu).

Hadis kedua, diriwayatkan Ibnu Abbas, suatu hari di mana Qs. An-Nashr turun menjelang wafat Rasulullah SAW, beliau meminta Bilal bin Rabbah untuk mengumpulkan kaum muslimin agar beliau dapat berkhutbah di hadapan mereka. Pada saat itu Rasulullah bermuhasabah atas dirinya dan meminta kaum muslimin agar mengakui barangkali ada yang sempat Rasul zalimi tanpa sepengetahuannya.

Betapa Baginda kita amat resah dengan kezaliman yang mungkin terjadi karena dirinya, permintaan itu pun diulang hingga tiga kali, hingga berdirilah Ukasyah untuk meminta penebusan atas badannya yang telah tercambuk tak sengaja oleh Rasul. Pengakuan itu memicu geram para sahabat, bagaimana bisa orang semulia Rasul melakukan kazaliman. Pun jika memang benar adanya, adakah orang yang mau menuntut orang yang sebenarnya ia cintai? Alih-alih meresonansi rasa kaum muslimin, Rasulullah menyambut baik pengakuan Ukasyah dan rela dibuka bajunya sesuai dengan permintaan Ukasyah.

Cambuk pun sudah ada di genggaman Ukasyah, siap menghadang tubuh Rasul. Perasaan geram sekaligus hampir terisak mewarnai mata-mata kaum muslimin yang hadir saat itu. "Bisa bisanya si Ukasyah!", barangkali demikian gumam salah satu di antara mereka. Tetiba cambuk itu di buang, Ukasyah lekas memeluk Rasulullah SAW penuh haru, "Aku ingin memelukmu Rasulullah.. Aku ingin kulitku dan kulitmu bersentuhan. Sungguh sebuah kemuliaan bagiku dapat melakukannya."

 Dari dua hadis ini terlihat kentara sekali bahwa Ukasyah memiliki karakter yang khas yaitu inisiatif, penuh keyakinan, dan jujur atas apa yang ia mau dan yakini. Jumlah terbatas yang Rasul sebutkan saat menceritakan hamba Allah yang akan masuk surga tanpa hisab sudah cukup membuat banyak jiwa yang tidak memiliki karakter seperti ukasyah akan merasa pesimis. Begitu pun dengan kesempatan memeluk Rasul sedekat dan seerat mungkin dalam kisah di hadis kedua itu seolah melawan arus tetapi ternyata lagi-lagi Ukasyah mendapat keberuntungak kedua kalinya.

 Spirit yang terpancar dari Ukasyah ini dapat menjadi inspirasi untuk kita dalam menjalani asyroh awakhir ramadhan (10 hari terakhir ramadan). Hari-hari paling spesial sebab di dalamnya ada malam yang lebih indah dari 1000 bulan, malam yang menjadi ajang pertandingan bagi jiwa-jiwa yang mengharapkan ampunan dan pahala terbaik di sisi Allah SWT.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x