Mohon tunggu...
Adjat R. Sudradjat
Adjat R. Sudradjat Mohon Tunggu... Penulis - Panggil saya Kang Adjat saja

Meskipun sudah tidak muda, tapi semangat untuk terus berkarya dan memberi manfaat masih menyala dalam diri seorang tua

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Harga Kebutuhan Masih Stabil, Hanya Daya Beli Menjadi Muskil

29 April 2020   22:59 Diperbarui: 29 April 2020   23:08 470
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Padi di sawah sebentar lagi siap panen (Dok. Pribadi)

Sebagaimana yang dialami tetangga sebelah yang biasanya bekerja sebagai kernet bis antarkota antarprovinsi (AKAP). Sudah sebulan ini tak pernah bekerja lagi. 

Jangankan untuk jajan anaknya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD, untuk belanja lauk-pauk pun istrinya terpaksa harus kasbon di warung terdekat.

Padahal biasanya hidupnya itu termasuk royal juga. Setiap habis jalan, maksudnya pulang kerja, dari kota selalu tak lupa membawa belanjaan kebutuhan dapurnya. 

Apabila dibandingkan dengan tetangga sekitar yang biasa hanya makan nasi dengan lauk-pauk seadanya, bahan makanan berupa daging, ikan, sayuran yang dibawanya termasuk mewah juga memang.

Demikian pula kalau kebetulan sedang di rumah, kami seringkali diundang untuk ngobrol-ngobrol sembari disuguhi kopi dan berbagai penganan dari kota.

Sementara sekarang ini, jangankan mengundang kami untuk kongkow seperti biasanya, sekalinya ketemu saat berselisih jalan saja wajahnya selalu tampak murung saja.

Begitupun pemilik warung dekat rumah. Saat bertemu sore tadi wajahnya pun tampak murung pula.

Langsung saya pun mencandainya. "Tenang, Teh*. Bukan mau ngutang kok.

Tak ayal dia pun tertawa setengah terpaksa.

"Bagaimana harga-harga kebutuhan sudah ada perubahan, maksud saya ikut merangkak naik sebagaimana biasa di bulan ramadhan?"

"Sampai sekarang ini nasih biasa-biasa saja. Cuma... Itulah. Seperti yang Akang bilang, sekarang ini orang-orang kebanyakan belanja tanpa ngasih uang kontan. Dan paling banter ngomongnya nanti besok saja uangnya. Eh, besoknya tetap saja sama begitu-begitu juga. Besok-besok. Jadinya pusing kepala saya. Modal dagang saya bisa- bisa malah habis !"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun