Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Lainnya - Tukang Kayu Setengah Hati

Menikmati Bola, Politik dan Sesekali Wisata

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Banjir Jakarta, Basuki Marah-Marah, Apa Kabar Naturalisasi?

22 Februari 2021   21:08 Diperbarui: 22 Februari 2021   21:22 1601
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pertanyaannya apa kabar naturalisasi hari ini? Dari pemberitaan Kompas.com, disebutkan bahwa naturalisasi minim sekali realisasi, seperti berjalan di tempat dengan konsep dan eksekusi yang sama sekali tidak membuat tujuan untuk mengatasi banjir itu dapat terlaksana.

Nah, sayangnya normalisasi sama sekali juga tidak berjalan, bahkan kabarnya "dihilangkan".

Pada tahun 2017-2018, normalisasi yang berkaitan dengan program pelebaran sungai ini mesti terhenti karena tidak adanya langkah kongkrit untuk pembebasan lahan.  Sayangnya, pada  tahun 2019,  ketika proyek ini kembali dilanjutkan, area yang ditata juga sangat kecil, dan akhirnya pada tahun 2020 tidak ada laporan tentang kegiatan normalisasi maupun pelebaran sungai.

Lalu apa kata Basuki tahun ini? Tidak banyak berita soal ini, Basuki nampak tidak mau lagi terlibat secara langsung dalam diskursus yang tak perlu, hanya seperti "menitipkan" pesan melalui  Sekjen PDIP,  Hasto Kristiyanto.

Menurut Hasto, gegara Jakarta banjir hebat lagi, Basuki sempat marah-marah karena sulit bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir Jakarta.

"Pak Basuki, Menteri PU pun sampai marah-marah karena betapa sulitnya bekerja sama dengan pemimpin DKI tersebut," kata Hasto, Minggu (21/2/2021).

Apakah benar pernyataan Hasto ini? Entahlah, hanya memang belum ada pernyataan langsung dari Basuki terhadap kebijakan Anies di 2021.

Akan tetapi, paling anyar Basuki hanya menyentil tentang penanganan banjir yang hanya bersifat teknikal seperti membuat kolam dan pompa.

"Saat dilanda banjir, penanganan dilakukan bersifat teknikal, seperti membuat kolam dan pompa. Hal ini memicu pembangunan di daerah tersebut yang selanjutnya menyebabkan banjir dengan kerugian yang jauh lebih besar," katanya dikutip detikcom, Jumat (19/2/2021).

Jika soal teknis, sebaiknya jangan ada yang berkomentar---termasuk Anies, akan panjang ceritanya. Memang sulit, jika politik sudah bercampur aduk, yang pasti warga DKI pasti menginginkan ada sinergitas, keterpaduan, pemerintah pusat dan pemprov DKI dalam menangani banjir.  Anies dan Basuki mesti kompak, tapi entahlah, kapan hal itu dapat terjadi.

Referensi :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun