Arnold Adoe
Arnold Adoe Insinyur

Menulis untuk berbagi... Email : arnoldadoe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Membahas Istilah "Presiden Bebek Lumpuh", Blunder Terbaru Amien Rais

25 April 2019   22:56 Diperbarui: 25 April 2019   23:13 3290 17 9
Membahas Istilah "Presiden Bebek Lumpuh", Blunder Terbaru Amien Rais
Amien Rais I Gambar : Tribun

Dalam tulisan sebelumnya tentang penggunaan diksi "Brutal" oleh salah satu kubu. Saya menuliskan seperti ini, adalah bunuh diri politik apabila salah atau blunder menggunakan diksi politik.

Tentu politikus juga manusia dapat emosi, bahkan menjadi depresi ketika keadaan yang dialami tidak sesuai dengan kenyataan, namun yang perlu dijaga adalah diksi yang dikeluarkan, karena itu dapat membuat simpati masyarakat menurun atau bahkan berubah menjadi antipati.

Terutama publik yang sudah muak dengan pertentangan, konflik, dan perdebatan yang terjadi, yang dirasa semakin hari berubah menajdi seperti dagelan yang dimainkan para elit politik.

Terbaru, dalam syukuran relawan Prabowo Subianto di gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Rabu (24/4) kemarin , Amien Rais berbicara soal 'presiden bebek lumpuh- Lame Duck President"

Dilansir dari detik.com, Amien berbicara soal Prabowo yang disebutnya sebagai presiden terpilih. Dia lantas berbicara soal petahana (Jokowi) yang menurutnya tidak boleh lagi mengambil kebijakan apa pun. Itulah yang dimaksudnya 'presiden bebek lumpuh'.

"Laporkan ke petahana, sama-sama dari Solo, saya juga Solo. Jadi ada sudah sekarang ini dalam bahasa politik sudah lame duck president. Kalau pilpres sudah selesai, yang menang sebelum dilantik dinamakan president elect. jadi sudah terpilih, yaitu Pak Prabowo," sebut Amien saat itu.

"Petahana yang menyelesaikan periode 6 bulan yang akan datang sampai akhir periodenya menyatakan lame duck president, presiden bebek lumpuh. Dia tidak boleh lagi menambah utang baru, nggak boleh lagi mengambil kebijakan yang fundamental, tidak boleh!" tambah Amien.

***

Apakah istilah ini jamak digunakan? Harus diakui dalam politik khususnya di Amerika Serikat, istilah Lame Duck ini memang kerap digunakan.

Dalam Merriam Webster Dictionary, Lame Duck dapat berarti  seorang pejabat atau kelompok terpilih yang terus memegang jabatan politik selama periode antara pemilihan dan pelantikan seorang penerus.

Dalam kejadian ini, dalam politik  berarti lame duck adalah pejabat sekarang (petahana) yang penggantinya telah terpilih. Pejabat tersebut akhirnya sering dianggap kurang memiliki pengaruh dengan politisi lain karena waktu mereka yang terbatas.

Dalam politik AS, periode antara pemilihan (presiden dan kongres) pada bulan November dan pelantikan pejabat di awal tahun berikutnya biasanya disebut sebagai "periode bebek lumpuh".

Akan tetapi perhatikan, bahwa istilah "presiden bebek lumpuh/lame duck" secara tradisi digunakan untuk seorang presiden yang melayani sisa masa jabatan mereka setelah dikalahkan untuk pemilihan kembali.

Hanya untuk Presiden yang dikalahkan dalam pemilihannya untuk yang kedua kali.

Oleh karena itu, dalam hal ini di Amerika Serikat, sebagai contoh, Gerald R. Ford, yang dikalahkan pada tahun 1976; Jimmy Carter, yang dikalahkan untuk pemilihan kembali pada tahun 1980; dan George H. W. Bush, yang dikalahkan untuk pemilihan ulang pada tahun 1992, dapat disebut sebagai lame duck.

Artinya, Barack Obama tidak bisa dikatakan sebagai seorang "Presiden Bebek Lumpuh", disebabkan karena Obama tidak bisa menjadi Presiden untuk ketiga kalinya karena batasan konstitusi dan digantikan Donald Trump.

***

Apakah istilah itu hanya berkaitan dengan pergantian Presiden atau politisi ketika dikalahkan dalam pemilihan? Saya menemukan bahwa istilah ini  juga kerap digunakan untuk menyindir atau memperolok lawan politik atau orang lain.

Mengapa demikian? Alasan utamanya karena arti secara  literal dari lame duck memang sarat olokan. Istilah ini merujuk pada bebek yang tidak mampu mengimbangi kawanannya, sehingga menjadikannya mudah sebagai target bagi predator. Memang lemah.

Contoh aktual lain tentang ini adalah ketika pada 2013, sewaktu Obama masih berkuasa, sebuah media membuat judul dalam tulisannya seperti ini "Is Obama a Lame Duck President?".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2