Mohon tunggu...
Aldo Manalu
Aldo Manalu Mohon Tunggu... Penulis

Lelaki kelahiran Bekasi, 11 Maret 1996. Menekuni bidang literasi terkhusus kepenulisan hingga sampai saat kini.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Distopia Negara Berkembang

27 Mei 2019   14:57 Diperbarui: 27 Mei 2019   15:03 0 6 1 Mohon Tunggu...
Distopia Negara Berkembang
Sumber: https://www.pinterest.com 

Di jalan ini, aku menemui kekacauan

kekacauan itu berwujud;

Kulihat seorang anak kecil,dekil nan kurus menangis.

Dia menangis pilu menggoyang-goyang raga sang ibu yang telah tiada

Sang ayah entah ke mana. Berpamitan pada dua anaknya kalau dia akan mencari remah nasi dan biskuit.

Mana bisa aku menahan air mata ini agar tak meluncur deras

Mataku tak bisa berpaling ketika sekerumunan orang membabi buta menggerakkan tangan-tangan penuh darah dan memar pada seorang lelaki yang memegang simbol kepercayaan dan kitab sucinya

Kudengar lagi mereka bilang, "Lelaki itu akan masuk neraka."

Mereka bilang lagi, "Tidak ada yang boleh selain golongan kami."

Pria malang itu diam-diam beribadah dan membawa barang terlarang menurut paham mereka.

Kuberpaling lagi. Mereka tengah mengadili para pezinah, pembunuh dan pencuri

Para pezinah dilempari batu sampai darah mereka mengucur di kepala mereka

Para pembunuh dihukum sesuai dengan cara mereka membunuh

Para pencuri meraung-raung, menahan perih luar biasa saat mereka sadar kedua tangan mereka tak lagi ada

Tiada yang lebih horor daripada pemandangan sakit jiwa ini

Kembali kulihat sang ayah malang tengah memperebutkan sekarung beras dan seekor ayam dari tangan seorang kakek ringkih

Sang kakek berusaha keras mempertahankan apa miliknya

Sang ayah anak malang tadi, sudah kalap lalu pisau yang terselip di pinggangnya menjadi penebas nyawa si kakek ringkih itu

Lalu kulihat para penguasa tertawa gembira di gedung-gedung tinggi pencakar langit

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2