Mohon tunggu...
Ari Indarto
Ari Indarto Mohon Tunggu... Guru - Guru Kolese

Seputar Cerita, Seputar Peristiwa

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Menyentuh Hati Melalui Seni

1 Desember 2022   23:05 Diperbarui: 1 Desember 2022   23:17 113
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menggerakkan diri menggetarkan hati (Dokpri)

Hakikat sekolah sebenarnya bukan hanya menjadi tempat untuk membuka pikiran. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi pertanda bahwa setiap penghuni di dalamnya adalah manusia-manusia berbudi dan berhati.

Kebanggaan setiap orang tua adalah bagaimana anak yang dicintai berkembang secara intelektual. Banyak orang tua juga lebih percaya bahwa pertumbuhan dan berkembangan anak dalam bidang akademik lebih menjamin masa depan. Bidang lain yang terkadang diminati seorang anak terkadang malah dilupakan. 

Pengajaran di sekolah-sekolah terkadang menafikan bakat dan keinginan seorang anak. Padahal setiap anak bisa saja tumbuh dengan cara yang berbeda-beda. Anak bisa saja berkembang dalam kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan logis-matematik, spasial-visual, kinestetik-jasmani, musikal, intrapersonal, interpersonal, naturalis, ataupun eksistensial. Sekolah perlu membuka mata bagaimana mengembangkan anak dengan bakat yang ada.

Bukan hanya menjadi sebuah cerita fiksi bahwa banyak orang pintar di negeri ini. Namun, begitu banyak juga korupsi, kolusi, nepotisme yang terjadi di negeri ini. Padahal, perjuangan untuk menghancurkannya sudah berjalan berpuluh-uluh tahun yang lalu. 

Rasanya setiap hari kita masih saja disuguhi peristiwa yang mencengangkan dan meluluhlantakkan hati nurani. Sungguh sebuah ironi di tengah usaha untuk menjadikan negari ini diakui oleh negara lain di bumi ini. Apakah yang salah dari sistem pendidikan kita?

Mudah memang menjadikan setiap anak itu cerdas. Tetapi menjadikan anak berhati tidak semudah menuangkan materi. Meski, sebenarnya setiap anak bisa berkembang dengan caranya sendiri, guru pun perlu melibatkan diri pada berbagai program mengolah hati nurani. Pelbagai karya seni bisa saja digunakan untuk membangkitkan emosi dan rasa.

Seni (Sanskerta, sani), dalam KBBI berarti pemujaan, persembahan dan pelayanan.  Seni berkaitan dengan kemampuan manusia yang luar biasa. Biasanya seni berkaitan dengan keindahan, ekspresi, rasa, harmoni, kesatuan, irama, keserasian, keseimbangan, dan komposisi. Beberapa macam seni yang biasanya diajarkan di berbagai sekolah, yaitu seni musik, seni tari, seni rupa dan seni teater.

Mendidik melalui Seni

Seni sebagai alat untuk mendidik. Dalam setiap proses pendidikan karya seni bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Proses berkarya seni dapat menjadi perangsang untuk menumbuhkan karakter dan potensi siswa. Karena setiap bentuk karya dan proses berkarya seni, setiap siswa selalu terasah secara rasa, keativitas meningkat, cita rasa estetika, etika, kesadaran sosial, kesadaran kultural, dan perasaan cinta akan sesama tumbuh dan berkembang.

Dalam setiap penciptaan karya selalu berkembang kemampuan intelektual, imajinatif, ekspresi, kepekaan, keterampilan. Maka, pengetahuan, pengalaman kepekaan selalu terolah dalam seni. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Seni terlibat dalam perkembangan teknologi, dan siswa milenial dapat hadir untuk tetap mengasah rasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun