Mohon tunggu...
AyahArifTe
AyahArifTe Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis, Ayah

Penulis dan seorang ayah yang ingin bermanfaat untuk orang lain

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Putus Cinta Biasa Putus Rem Mati Kita

20 Oktober 2021   16:42 Diperbarui: 20 Oktober 2021   16:59 222 10 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
dailysia.com - pinterest

Sudah lama Muji naksir Yuni. Tapi, ia tak berani mengungkapkan rasa sayangnya pada gadis pujaannya itu. Yuni, anak majikan Muji, memang manis. Kulitnya putih bersih. Orang-orang desa bilang kalau ia minum kopi, maka di tenggorokannya akan terlihat aliran kopi menuju perut, saking putih kulit Yuni.

"Yuni Shara mah lewat," puji Muji suatu hari ketika ia bercerita tentang Yuni pada karibnya, Anto.

"Tapi, nama depannya sama ya?" tanya Anto sambil matanya menerawang membayangkan wajah Yuni idaman Muji.

"Ya kebetulan aja, lur," jawab Muji yang sudah tiga tahun bekerja di perusahaan ayah Yuni.

"Trus, kenapa kamu gak berani lamar dia?" Anto bertanya polos dengan logat kental Jawa-nya, sepolos buku pelajaran anak sekolah yang di awal mata pelajaran baru.

"Heeeh pentol korek! Kamu tuh baru kenal aku kemaren ya?" sergah Muji. "Dia kan anak majikanku. Mana mungkin dia mau sama aku?"

"O iya yaaa ... " kata Anto sambil nyengir kuda -- persis Dono dari Warkop DKI.

Muji kemudian ambil hape-nya. Buka aplikasi WA.

"Toooo ... Antooo ... ini ... ini ... beneran gak yaaa???" Tiba-tiba Muji melotot melihat hapenya.

Anto mendekat dan lihat WA di hape Muji. "Wadduhhh ... ya bener tuuh, Jiii .. itu kan WA dari Yuni My Lovely Dream. Itu nama panjang Yuni?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan