Mohon tunggu...
Bledh
Bledh Mohon Tunggu... ____________

Pengkhayal LEPAS

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Menikmati Rasa Sakit!

24 Desember 2020   21:09 Diperbarui: 24 Desember 2020   21:33 192 28 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menikmati Rasa Sakit!
Lampu Kecil Apa yang Dimaksud dengan Rasa Sakit? | Lampu Kecil

Menikmati Rasa Sakit!

Selepas mandi dengan sabun terbaik, sikat gigi berpindah fungsi. Daki masih menempel di punggung bawah. Teringat bagaimana sulitnya menggaruk, saat terjaga di tengah malam buta. Kira-kira pukul tiga dini hari. Dan langit-langit kamar mengejekku. Senyummu sungguh menawan.

Bagian tubuhmu adalah sawah dan irigasi. Sekian minggu tak turun hujan. Tanah mulai pecah dan belah. Telur katak batal menetas. Bangau mulai berpesta. Burung sawah lainnya menjadi saksi mendung perlahan pergi. Kangkung, genjer, krokot, perlahan mengering. Seutas doa semoga kering segera sirna.

Aku adalah panu setiap kesempatan kuolesi salaf hampir di sekujur tubuhku
Ada cinta di sana
Aku adalah genangan terakhir di tengah sawah
Ada rindu menganga

Kemudian saat ingatan itu kembali lahir dan bergerak. Aku menggaruk dengan kuku panjang. Berdarah-darah. Akh! Masa bodoh. Yang penting gatalnya ilang.

Tentang rasa sakit itu aku tak pernah menikmatinya. Seperti teriakan kesakitan dari seorang ibu. Kemudian dalam kesakitan. Tak ada kata jera pernah terucap dari bibir manisnya.

Seperti rasa sakit bapak yang disunat. Dalam senyumnya. Kapok tak akan pernah mengulanginya.

Dan aku adalah bapak itu
Dan aku adalah ibu itu

Hitamnya rindu mengular di tengah kali Ciliwung. Dalam kebanggaan Banjarmasin mengalungi "banua" seribu sungai. Sepanjang itulah malam penantian. Lelap tidur hanya mimpi di tengah hari.

Penyesalan jadi rasa sakit yang tak terobati, bahkan dalam alunan doa. Tak mampu mengubah ingatan akan kecewa. Anugerah rindu menjadi debu saat perjalanan panjang di tengah jalan macet. Kaca depan avanza selepas hujan deras membelah kita.

Ujung perjalanan ini pasti akan ada. Panu akan segera mati tak bertunas lagi. Musim hujan akan segera datang. Mungkin banjir menenggelamkan sawah lagi. Batal panen yang menghantui.

Atau ibu yang sebentar lagi menapause. Penyesalan yang terlupakan.

Karena ada cinta yang membara
Karena ada rindu yang menganga
Pada siang
Pada malam
Pada musim penghujan
Pada musim kemarau yang panjang
Pada burung-burung sawah
Pada krokot, kangung, genjer, di pematang
Pada penyesalan panen yang gagal
Dirimu masih ada

TB, 24 Desember 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x