Mohon tunggu...
Arif Khunaifi
Arif Khunaifi Mohon Tunggu... Administrasi - santri abadi

Manusia biasa dari bumi Indonesia .:. Ingin terus belajar agar bermanfaat bagi alam semesta... .:. IG & Twitter: @arifkhunaifi .:. Facebook: Arif Khunaifi .:.

Selanjutnya

Tutup

Otomotif

Kisah Vario di Gunung Bromo sampai Kampung Vario Suroboyo

4 Mei 2016   19:32 Diperbarui: 4 Mei 2016   19:40 370
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

img-5967-jpg-5729de9a1eafbd310524bca4.jpg
img-5967-jpg-5729de9a1eafbd310524bca4.jpg
Vario dengan Teknologi eSP. Foto: dok.Pribadi

Pada sore hari, dari Jember saya berencana langsung balik ke Surabaya. Namun apa daya sampai di sekitar Gunung Bromo terjadi kemacetan panjang sampai menjelang malam sehingga saya putuskan untuk naik bromo dan mencari penginapan di sana sambil besok paginya menikmati matahari terbit.

Terus terang, dengan jalanan malam yang sepi itu saya tidak persis jalan yang benar menuju bromo. Saya hanya mengira-ngira karena itu perjalanan pertama ke salah satu wisata andalan Jawa Timur tersebut. Jalanan yang menanjak dan berkelok serta hujan lebat membuat saya sempat berpikir apakah motor ini bisa sampai ke atas gunung. Bahkan istri saya juga sempat menyarankan untuk kembali saja.

“Mas, saya takut. Jalannya menanjak curam sekali, ayo turun lagi saja.” Ucap istri saya saat itu.

Beberapa penduduk setempat juga berteriak,

“Mas, motor matic tidak kuat naik ke atas. Parkir di bawah saja..!!!”

Namun permintaan istri dan terikan penduduk setempat tidak mengalahkan keyakinan saya bahwa motor Vario eSP ini akan bisa melalui securam apapun perjalanan.  Akhirnya keyakinan itu menjadi kenyataan. Sampailah kami di penginapan yang  sudah dekat dengan puncak  gunung bromo.

Dan benar saja, pada pagi harinya motor itu bisa naik sampai di atas gunung bromo sehingga saya bisa shalat subuh di sana dan menikmati indahnya matahari terbit. Ucapakan syukur berulang kali kami ucapkan untuk pertama kalinya bisa menghirup kesegaran udara bromo.

Momen itu juga merupakan momen yang paling berharga bagi istri saya karena saat itulah pertama kalinya dia bisa belajar mengendarai motor. Lautan pasir yang luas dan sistem pengereman vario yang menggunakan teknologi Combi Brake membuatnya tidak was-was. Sebuah teknologi pengereman yang sekali rem dua roda depan dan belakang bekerja sekaligus sehingga meminimalkan kecelakaan.

img-5983-jpg-5729e813a123bd6f07813bd3.jpg
img-5983-jpg-5729e813a123bd6f07813bd3.jpg
Vario dengan teknologi Combi Brake. Foto. dok.pribadi

Dalam kesempatan lain pada sebuah acara bakti sosial untuk para penderita kusta di sebuah gunung di Tuban, motor Vario saya dipinjam teman saya bernama Muhatarom untuk membonceng dua orang karena mobilnya tidak cukup. Usai meminjam dia geleng-geleng kepala sambil berkata,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun