Mohon tunggu...
ArieSadhar
ArieSadhar Mohon Tunggu... Mahasiswa Kebijakan Publik

Auditor, Blogger, Author OOM ALFA (Bukune, 2013) dapat dipantau di @ariesadhar dan ariesadhar.com

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

3 Gangguan dalam Sepekan, Ada Apa dengan KRL Jalur Serpong?

2 April 2019   10:45 Diperbarui: 2 April 2019   10:49 0 0 0 Mohon Tunggu...

Jalur Hijau alias Green Line adalah salah satu jalur di lintasan Commuter Line KRL Jabodetabek. Jalur ini tidak sehoror Bogor dan Bekasi, termasuk juga masih lebih ramah dibandingkan jalur Duri ke Tangerang pasca disunat karena hadiran Railink Bandara.

Gangguan pada jalur hijau ini juga biasanya tidak terlalu berdampak pada perjalanan lain. Berbeda halnya jika yang gangguan adalah jalur Bekasi yang masih bertumpukan dengan kereta api jarak jauh. Satu saja rangkaian mogok di jalur Bekasi, dampaknya bisa sangat panjang.

Meski demikian, Jalur Hijau yang juga identik dengan Jalur Serpong itu juga punya beberapa kenangan buruk. Yang paling dikenang publik adalah Tragedi Bintaro di daerah Pondok Betung. Kala itu, KA Patas Ekonomi Merak jurusan Tanah Abang - Merak yang berangkat dari Stasiun Kebayoran bertabrakan dengan KA Lokal Rangkas yang berangkat dari Stasiun Sudimara. Musibah tahun 1987 itu merupakan salah satu kecelakaan transportasi massal terburuk di Indonesia.

Tahun 2013, juga di Pondok Betung, KRL Commuter Line jurusan Serpong-Tanah Abang bertabrakan dengan truk tangki Pertamina yang melewati perlintasan. Lima menit sesudah tabrakan, terjadi 3 kali ledakan. Masinis, Asisten Manisis, dan Teknisi Kereta meninggal dunia dalam peristiwa ini. Sosok ketiganya diabadikan oleh PT. KAI di Stasiun Tanah Abang melalui sebuah prasasti.

Jalur Serpong, Sepekan Terakhir

Nah, entah kurang diruwat atau bagaimana, dalam sepekan terakhir ini jalur Serpong seperti didera masalah tidak henti. Bermula pada hari Selasa, 26 Maret 2019. Persis pada jam pulan kerja, ada benda asing tersangkut di Listrik Aliran Atas jalur Stasiun Palmerah ke Kebayoran. Benda asing itu menyebabkan perjalanan berhenti dan berdampak kurang lebih 1 jam.

Stasiun Tanah Abang dan Palmerah pada jam pulang kerja itu sungguh luar biasa padat. Namun, ya masih lumayan. Dibandingkan yang terjadi 3 hari kemudian.

Sejak pukul 12.29 tanggal 29 Maret 2019, akun Twitter KRL Commuter Line sudah memberitahukan informasi gangguan operasional Listrik Aliran Atas di antara Stasiun Tanah Abang - Palmerah. Gangguan ini menyebabkan ada pemadaman sehingga lintasan itu mati total.

Suasana di Tanah Abang jadi lumayan chaos. Sebagian orang memilih mencari alternatif. Seorang mbak dengan tujuan Maja menyebut bahwa di stasiun Tanah Abang tidak ada kejelasan informasi sehingga mereka menunggu 3 jam lamanya sebelum kemudian memutuskan naik angkot ke Stasiun Kebayoran. Sore itu, KRL dari arah Rangkasbitung, Maja, Parungpanjang, dan Serpong memang hanya sampai di Kebayoran untuk kemudian balik lagi.

Saya ada di KRL asal Rangkas yang balik ke Rangkas, yang berhenti begitu lama di Stasiun Kebayoran dengan 2 pintu terbuka yang menyebabkan isi KRL jadi begitu pepes. Istri saya sejak awal sudah saya arahkan naik bis saja karena ekses berupa penumpukan penumpang di Tanah Abang dan Palmerah sudah tidak tertahankan. Masalah ini sendiri selesai pukul 17.23.

Jika hari Jumat dirasa sudah sedih, ternyata pengguna Jalur Serpong mendapat hadiah April Mop. Tepat 1 April 2019, pukul 16.16, KA2008 tujuan Maja mengalami gangguan di Jalur 1 Stasiun Sudimara. Sudimara punya 3 jalur, jadi KA2010 diarahkan masuk ke Jalur 3.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x