Mohon tunggu...
@Arie
@Arie Mohon Tunggu... Orang biasa yang mau berfikir luar biasa. twitter : @anakponty, fb : http://facebook.com/arie.ponty,

Orang biasa, yang mau berfikir luar biasa. Hobi menulis sejak remaja, sayangnya baru ketemu Kompasiana. Humanis, Optimis, Humoris. Menjalani hidup apa adanya. Mencintai NKRI. " Salam Satu Negeri,!!" MERDEKA,!!

Selanjutnya

Tutup

Novel

Kusujudkan Cintaku di Mesjid Sultan (Episode 15)

12 September 2019   05:00 Diperbarui: 14 September 2019   13:22 0 1 1 Mohon Tunggu...
Kusujudkan Cintaku di Mesjid Sultan (Episode 15)
image ; dertuvic.pw

TRUE Story :  Sekitar tahun sembilan belas delapan puluh delapan

Bab.IV.hal.3 Renungan

#, Renungan

 Setamatnya dari SMA tempo hari, aku sempat bekerja sebagai Pegawai Negeri. Suatu pekerjaan yang di idamkan banyak orang di tempatku. Tapi tidak begitu halnya bagiku. Jiwa muda ku kadang bergolak, mencari kebebasan yang lebih luas.

 "Aku ingin melihat dunia. Bukan hanya Kalimantan ini, jadi batasan jiwaku. Bukan hanya berangkat pagi , pulang sore, tiap bulan terima gaji. Bukan hanya rutinitas dari rumah ke kantor pulang pergi. Tidak,! Aku ingin melihat dunia. Aku ingin mengembara. 

Aku ingin menikmati sinar matahari dari tempat yang berbeda,tidak hanya matahari Khatulistiwa saja. Aku ingin menikmati hidup ku. Aku ingin bebas. Mengunjungi tempat dan daerah baru. Aku ingin ketika membuka mata, ditempat yang berbeda dari hari ini. Begitu jerit batin ku,!!"

Sudah beberapa hari ini hatiku gelisah dan gundah. Keresahan yang memang kadang hadir dan datang tiba -tiba, menyergap dan menyelimuti jiwa. Entah kenapa? Pada mulanya tidak begitu kuhiraukan,akan tetapi semakin hari semakin bertambah. 

Di malam hari, aku tak sanggup memejamkan mata. Berbagai hal berkecamuk di benak ku.. Bayangan tentang kegagalan, tentang harapan, tentang keinginan, cita -cita, masa depan, pokoknya penuh berputar di kepala. Kegalauan ini bergayut dan mengelindan di benak ku. 

Mungkin ada sedikit ketakutan ku tentang masa depan, mengingat segala yang ingin kuraih dan kucapai, hingga hari ini, masih jauh panggang dari api. Maklum saja jiwa muda, masa dimana kebimbangan adalah sahabatnya. 

Kebingungan adalah teman setia nya. Masa ini adalah masa pancaroba. Kadang panas, kadang hujan, tiba -tiba. kadang tersenyum sendiri, kadang menangis diam-diam, tanpa tau sebab dan pemicu nya. Inilah masa yang penuh dengan bahaya pada masa transisi anak manusia

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x