Mohon tunggu...
Fahri Ramadhan
Fahri Ramadhan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Negeri Malang Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mas-mas Malang yang kerap bimbang dengan pilihannya sendiri

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Komunikasi Nonverbal

7 Oktober 2022   17:20 Diperbarui: 7 Oktober 2022   17:20 104 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Secara umum, komunikasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang terlibat pada penggunaan bahasa, lisan, maupun tulisan. 

Seperti halnya kita dalam berbicara kepada orang lain, menggunakan kalam dalam artian penyampaiannya tersurat (secara langsung) oleh seorang mutakallim kepada mukhotob.

Bisa juga penyampaiannya melalui media perantara (medium) misalnya penyampaian kabar/berita dalam koran, majalah, buletin, dan lain-lain.

           

            Sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang tanpa menggunakan kata-kata. Apakah bisa kita berkomunikasi tanpa dengan ucapan yang keluar dari mulut kita? Buktinya dengan adanya seperti gerakan tangan, gestur tubuh, raut muka, dan lain-lain merupakan bentuk komunikasi nonverbal. Jadi, boleh dikatakan komunikasi non verbal ini lebih umum dikenal dengan komunikasi yang tersirat. Karena pengamalannya dengan suatu gerakan tertentu yang bermacam-macam dan mengajak lawan bicara supaya lebih mendalam memahami makna penyampaian komunikasi tersebut.

            Berbagai fungsi dari komunikasi nonverbal ini diantaranya adalah repetisi, substitusi, kontradiksi, aksentuasi, dan komplemen. Repetisi ini berfaedah untuk mengulang maksud (arti) penyampaian dari komunikasi nonverbal, seperti gelengan kepala yang biasa kita lakukan ketika menjawab pertanyaan benar atau tidak. Ketika kita menganggukan kepala seakan kita telah setuju/membenarkan sesuatu. Anggukan kepala tersebut telah mewakili jawaban "iya". Sebaliknya, ketika menggelengkan kepala, artinya kita tidak sepakat/menyalahkan atas sesuatu.

            Kemudian fungsi selanjutnya adalah substitusi yang berfaedah memberikan pesan/tujuan yang lebih ekspresif dan bermakna daripada kata-kata. Maksudnya ialah ada beberapa keterbatasan bahasa yang mungkin kita selalu terlewat dalam penyampaian komunikasi, entah tidak sempat untuk mengucapkan kata-kata atau tidak memungkinkan kepada kita berkomunikasi verbal. Maka dari itu fungsi ini juga merupakan solusi ketika tidak bisa berkomunikasi verbal. Sebagai contoh, ketika kita melambaikan tangan kepada orang atau menunjukkan sikap hormat dengan tangan, maka orang lain akan memahami bahwa simbol lambaian tangan sebenarnya adalah ucapan "halo" atau "sampai jumpa". Begitupun dengan hormat, seseorang memahami bahwa sebenarnya seorang mutakallim ingin menyampaikan "silakan".

            Lalu kontradiksi yang berfaedah memberikan makna lain terhadap pesan verbal yang disampaikan. Sifatnya adalah menyindir/sebatas humor saja. Misalnya seorang mutakallim  yang menyampaikan ucapan selamat, akan tetapi ucapan tersebut mengandung cacian. Mungkin seperti ini "suara kamu bagus tadi, tetapi sayangnya dia yang dapat juara". Selanjutnya ada aksentuasi yang berarti penegasan pesan verbal atau memperkuat makna verbal dengan menggunakan isyarat nonverbal. Seperti pemain sepak bola yang biasanya menendang bola seenaknya karena ditarik ke bangku cadangan oleh pelatih, artinya adalah dia dalam keadaan marah karena pelatih tidak memberikan jam terbang yang lebih lama dan si pemain merasa terpaksa mundur-meluapkan rasa kesalnya.

            Terakhir ada komplemen. Fungsi ini memperkaya makna pesan verbal. Antara pesan verbal dan nonverbal saling melengkapi juga menambahkan makna satu dengan yang lain. Fungsi ini berbeda dengan substitusi yang berfaedah menggantikan makna verbal. Akan tetapi fungsi ini justru bertujuan melengkapi, menambah, dan memperkaya pesan verbal.

Sumber Bacaan :

Kompas.com/skola, 5 Fungsi Komunikasi Nonverbal Menurut Mark L. Knapp
https://www.kompas.com/skola/read/2022/01/18/140000169/5-fungsi-komunikasi-nonverbal-menurut-mark-l.-knapp?

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan