Mohon tunggu...
ARDHAN HAFIZH
ARDHAN HAFIZH Mohon Tunggu... Mahasiswa

Jangan pernah berhenti belajar.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Perilaku Younglex di Media Sosial: Sikap dan Bahasa yang Kurang Baik

12 April 2021   14:19 Diperbarui: 12 April 2021   15:55 48 1 0 Mohon Tunggu...

Kali ini tulisan saya akan membahas tentang pentingnya kontroling baik untuk diri sendiri/keluarga yang masih dibawah umur ketika aktif di Media Sosial.


Teknologi Informasi berkembang sangat pesat di era globalisasi saat ini. Media yang terus berkembang memiliki peran penting dalam kehidupan. Di era ini media dapat menyebarkan informasi dengan cepat dan luas melalui media sosial.Pengguna media sosial selalu bertambah setiap hari karena media sosial merupakan salah satu wadah untuk masyarakat dapat bereaksi satu sama lain dan tidak hanya menyebarkan suatu informasi saja, namun juga dapat digunakan sebagai sarana hiburan dan berkomunikasi. Dalam kehidupan modern saat ini, manusia tidak dapat dilepaskan lagi dari penggunaan media sosial. Menurut Shirky (2008), media sosial dan perangkat lunak sosial merupakan alat untuk meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi (to share), bekerja sama (to co-operate) di antara pengguna dan melakukan tindakan secara kolektif yang semuanya berada di luar kerangka institusional maupun organisasi (Nasrullah dalam Gumilar, 2015:79).


Menurut Berger dan Luckman (dalam Bungin, 2001:6) konstruksi sosial adalah pembentukan pengetahuan yang diperoleh dari hasil penemuan sosial. Realitas sosial menurut keduanya terbentuk secara sosial dan sosiologi merupakan ilmu pengetahuan (sociology of knowlodge) untuk menganalisa bagaimana proses terjadinya. Dalam hal ini pemahaman “realitas” dan “pengetahuan” dipisahkan. Mereka mengakui realitas objektif, dengan membatasi realitas sebagai “kualitas” yang berkaitan dengan fenomena yang kita anggap berada diluar kemauan kita sebab fenomena tersebut tidak bisa ditiadakan. Sedangkan pengetahuan didefinisikan sebagai kepastian bahwa fenomena adalah riil adanya dan memiliki karakteristik yang khusus dalam kehidupan kita sehari-hari.


Di era globalisasi ini, seseorang bisa lebih mudah menjadi terkenal. Tak perlu susah payah agar dipanggil stasiun TV, namun hanya bermodal konten saja seseorang bisa langsung menjadi selebriti internet. Selebriti internet ini tergantung di mana ia dikenal. Bila terkenal lewat Instagram maka ia disebut selebgram, jika terkenal di TikTok maka ia disebut seleb TikTok, bila dikenal di Twitter maka ia mendapat julukan SelebTwit, jika terkenal di Toutube maka ia disebut Toutuber. Konten yang menarik yang mendapatkan banyak penonton akan mendatangkan banyak followers. Jika seseorang menjadi selebriti internet, ia juga akan mendapat penghasilan dari hasil endorsement online shop. Tak dipungkiri jika satu orang bisa menguasai beberapa media sosial. Maksudnya, ia dikenal tak hanya satu media sosial saja.


Alexander Pieter adalah penyanyi Rapper muda kelahiran 18 April 1992. Penyanyi Rapper muda ini biasa dipanggil Younglex. Younglex ini memang kerap menggegerkan media sosial dengan sejumlah kontroversinya. Selain terkenal sebagai penyanyi rapper, Younglex juga aktif dan terkenal di youtube dan instagram miliknya. Ia biasa memperlihatkan kesehariannya melalui video yang dibagikan di channel youtube miliknya juga akun media sosial lainnya. Video yang ia bagikan sangat seru. Namun sangat disayangkan, sikap dan bahasa yang kurang baik dapat menjadi cerminan bagi para pengikutnya apalagi pengikut yang masih dibawah umur.


Younglex pernah memperlihatkan diagram statistik penonton di youtube channel miliknya, memang disana terlihat sangat sedikit pengikutnya yang masih dibawah umur. Namun, sesedikit apapun pengikutnya yang masih dibawah umur seharusnya ia lebih bisa memfilter sikap dan bahasanya ketika sedang berada didepan kamera. Hal tersebut dapat dikatakan termasuk kedalam dampak negatif dari media sosial. Namun tidak ada yang salah dengan hal yang dilakukan Younglex, hanya saja kurang tepat karena bebasnya berekspresi di media sosial.


Lalu bagaimana caranya agar anak-anak tidak mengambil sisi negatif dari yang dilihatnya di Media Sosial?
1. Melakukan diskusi disela waktu senggang Sebagai seseorang yang berperan untuk mengawasi anak kita harus melakukan diskusi kepada anak. Tentang keseharian, sekolah dan seluruh yang menyangkut aktivitas mereka. Dengan melakukan hal tersebut anak akan terhindar untuk menggunakan gadget saat melakukan komunikasi. Bahkan kita bisa memberitahunya apa yang baik dan tidak baik untuk dilakukan saat memakai gadget kepada sang anak.
2. Quality Time dengan keluarga
Memberikan/meluangkan waktu untuk keluarga merupakan hal yang pas agar melakukan aktifitas diluar tanpa memegang gadget. Keseruan berkumpul dengan keluarga akan menghalangi kita untuk memegang gadget saat waktu yang bersamaan dan tentunya sang anak akan belajar bagaimana menafaatkan moment bersama tanpa asik diri sendiri dengan media sosial.
3. Memberikan edukasi tambahan
Ketika sang anak memiliki kesenangan terhadap pengetahuan atau aktifitas yang mengasah kemampuannya, kita harus mendukung untuk memberikan edukasi tambahan seperti kursus, Agar mereka dapat menggunakan waktu untuk belajar dari apa yang mereka suka.
4. Melakukan pengontrolan terhadap penggunaan gadget
Pengontrolan menjadi hal yang sangat penting untuk mengetahui apa yang mereka akses. Sebagai pencegahannya kita harus melakukan pengawasan langsung dan tidak langsung ditempat agar mengetahui apa yang mereka baca dan lihat melalui histrory, serta pengontrolan pembatasan waktu saat bermain
gadget.
5. Mengganti gadget dengan memberikan tayangan film DVD sebagai tontonan yang mengedukasi sang anak.
6. Tidak mengandalkan kemajuan teknologi saat memberikan pembelajaran pada
sang anak .Perilaku Younglex di Media Sosial : Sikap dan Bahasa yang kurang baik.

VIDEO PILIHAN