Mohon tunggu...
Arbit Manika
Arbit Manika Mohon Tunggu... Administrasi - Aktivis Desa dan Pro Demokrasi

Aktivis Desa dan Pro Demokrasi

Selanjutnya

Tutup

Politik

Gus Dur Sang Sutradara Terbaik Catatan atas Polemik Yenny vs Gus Muhaimin

26 Juni 2022   09:14 Diperbarui: 4 Juli 2022   07:48 210 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

KH Abdurrahman Wahid Alias Gus Dur, sosok phenomenal yang gagasannya acapkali melampaui zamannya, prilaku politiknya pun kadang dianggap aneh dan tidak jarang membingungkan, sehingga lawan politiknya kadang murkah, mungkin karena itulah sehingga Amin Rais dan elit politik  lainnya melengserkannya sebagai Presiden.

Bagi kalangan Nahliyin Gus Dur adalah sosok yang kompleks dan Waliyullah, kekasih Allah yang memiliki kematangan spiritual diatas manusia kebanyakan, karena itu  Gus Dur memiliki indra keenam, dan mampu berkomunikasi dengan dimensi lain, sehingga Gus Dur setiap saat mendapat bimbingan dari Allah SWT.

Memposisikan Gus Dur sebagai seorang Ulama besar dan Waliyullah, dalam melihat permasalahan yang ada di PKB, menjadi sangat penting,  agar kita tidak terjebak dalam upayah merendahkan Beliau, karena mustahil langkah politiknya tanpa perhitungan yang matang, dan tanpa tujuan.

Belajar dari proses pelengsernya sebagai Presiden, kita dapat melihat integritas dan komitmen Gus Dur demi keutuhan NKRI, dengan jiwa besarnya yang tidak ngotot apalagi bermanuver untuk mempertahankan kekuasaannya, bahkan terlihat terkesan melakukan tindakan konyol agar dilengserkan sebagai Presiden, sebuah  Pendidikan politik bagi anak bangsa.  

Gus Dur tidak butuh Jabatan, apalagi  hanya  Ketua Dewan Syuro PKB, beliau seorang sutrada terbaik untuk menegaskan pada siapapun, termasuk Yenny dan Gus Muhaemin, bahwa menjadi pemimpin dan politisi yang Tangguh harus melalui ujian besar.

Yenny Wahid dan Gus Muhaimin pada dasarnya diberi ujian akhir oleh Gus Dur melalui konflik PKB, sehingga setelah 15 tahun, Yenny Wahid kini lahir sebagai Tokoh Nasional dari NU, bukan karena dia Putri Gus Dur, tapi lahir melalui sekolah konflik yang di desain oleh Gus Dur, dan Gus Muhaimin muncul sebagai  salah satu Tokoh Nasional dari Pimpinan Partai Politik  yang diperhitungkan.

Sebuah skenario besar Gus Dur dalam menyikapi kompleksitas masalah yang dihadapi PKB Pasca pelengseran dirinya sebagai Presdien, dimana jegal menjegal antar sesama kader terasa sangat kuat, pemecatan dan mosi tidak percaya terjadi dimana mana, polarisasi di internal partai menguat sehingga perolehan suara PKB anjlok pada pemilu 2004.

Dinamika internal PKB berlanjut pasca Gus Muhaimin terpilih sebagai Ketua Umum DPP PKB, bahkan semakin tak terkendali, sehingga terbaca dua kubu besar di internal PKB, yaitu kubu Yenny Wahid dan kubu Gus Muhaimin, salah satu penyebabnya karena kekuatan luar masuk ke dalam jantung PKB, dan Gus Dur sadar soal itu.

Karena itu Gus Dur mengambil kebijakan yang tidak populis dengan memecat Gus Muhaimin sebagai Ketua Umum DPP PKB, tanpa melalui mekanisme yang diatur dalam ketentuan Partai, sehingga konflik terbuka tak terhindarkan yang berujung pada dua Muktamar yaitu Parung dan Ancol, sehingga harus diselesaikan melalui jalur Hukum.

Gus Dur sesungguhnya sedang memutus jaringan  pihak luar yang sedang mengobok obok PKB dari dalam,  dengan memanfaatkan orang dekatnya, sehingga pasca konflik, PKB mulai tertata dengan baik, perlahan bangkit kembali menemukan dirinya sebagai Partai Kader yang lebih profesional, satu barisan dan satu jiwa untuk mengawal pengabdian Jamiyah Nahliyin pada Bangsa dan negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan