Mohon tunggu...
Arai Amelya
Arai Amelya Mohon Tunggu... Freelancer - heyarai.com

Mantan penyiar radio, jurnalis, editor dan writer situs entertainment. Sekarang sebagai freelance content/copy writer dan blogger. Penyuka solo travelling, kucing dan nasi goreng

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Jampi-jampi Mandalika, Dari Samudera hingga Ancala

18 November 2021   08:58 Diperbarui: 18 November 2021   09:10 1148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Namun kalau menurut kalian Lombok hanya punya Rinjani, maka salah besar.

Jika Rinjani adalah atap dari pulau Lombok, maka kalian harus tahu apa yang menanti di bawahnya. Terbentang luas di bawah kaki-kaki Rinjani dan menjadi pagar menuju samudera, Mandalika menunggu dengan sihirnya.

Si Cantik Mandalika, yang Tak Boleh Hadir Biasa-Biasa Saja

Pantai Kuta Mandalika Invest Islands/Sumber: lombokoriginal
Pantai Kuta Mandalika Invest Islands/Sumber: lombokoriginal

"Selamat datang di Desa Adat Sade untuk Fabio Quartararo, Fransicesco Bagnaia, Joan Mir, Jack Miller, Johann Zarco, Brad Binder, Marc Marquez, Aleix Espargaro, Jorge Martin, Maverick Vinales, Dani Pedrosa, Andrea Dovizioso dan kawan-kawan lainnya.

Di desa ini, sudah 15 generasi suku Sasak tinggal secara turun-temurun. Dibuat dari atap jerami dan dinding anyaman bambu, rumah adat ini bernama Bale Tani. Tepat di bawah kalian, lantai yang diinjak ini terbuat dari campuran kotoran kerbau dan abu jerami. Begitu keras seperti semen, bukan?

Sambil menunggu Ayam Taliwang dan Sate Rembiga disiapkan, kalian bisa gantian menenun kain Sesek. Jangan sampai salah pilih warna. Ada warna kuning yang terbuat dari kunyit, hijau dari daun pandan, cokelat dari getah mahoni, getah kayu jati atau biji asam sampai ungu dari kulit manggis."

Tentu saja narasi di atas akan dilontarkan dalam bahasa Inggris. Sebuah khayalan? Memang. Tapi itu yang akan terjadi kalau aku menjadi guide para pebalap MotoGP dunia yang akan menjajal Pertamina Mandalika International Street Circuit pada bulan Maret 2022 mendatang.

Dalam hitungan bulan, Lombok akan menjadi pusat perhatian dunia. Setelah 25 tahun penantian, Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP kembali. Sebuah momentum bagi Lombok untuk menunjukkan pesonanya, dengan Mandalika sebagai bintangnya.

Namun sebelum MotoGP 2022 itu, Mandalika akan menyambut para pebalap superbike dalam ajang World Super Bike (WSBK) 2021. Sirkuit Mandalika terpilih sebagai tempat di mana laga pamungkas digelar pada 19-21 November pekan ini. Yap, Mandalika akan jadi saksi siapa mampu mencetak sejarah sebagai juara, apakah Toprak Razgatliouglu atau Jonathan Rea.

pembangunan Sirkuit Mandalika Yoppy Renato/Bola
pembangunan Sirkuit Mandalika Yoppy Renato/Bola

Aku bisa membayangkan para pebalap itu mungkin akan luar biasa senang (atau malah sulit berkonsentrasi) saat menggeber motor-motor mereka di lintasan sepanjang 4.300 meter itu. Karena tentu suara deburan ombak dan bau air laut akan menyeruak ketika mereka saling melaju di 17 tingkungan Sirkuit Mandalika.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun