Mohon tunggu...
Aqilla Shafa Sandrina
Aqilla Shafa Sandrina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Psikologi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Sadar Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja, Siswa-Siswi SMP di Bekasi Sambut Edukasi Kesehatan Mental dengan Antusias

10 Agustus 2022   15:22 Diperbarui: 10 Agustus 2022   16:16 204 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Bekasi (05/08/22) Kota Bekasi dengan mayoritas penduduk remaja berusia 14-19 tahun merupakan kota dengan potensi yang besar karena remaja merupakan harapan bangsa. Erik Erikson, seorang tokoh psikologi perkembangan manusia, menjelaskan bahwa remaja mengalami fase identity vs confusion dimana remaja dapat merasa ragu akan identitas dirinya. 

Untuk mengarahkan remaja pada potensi yang sesungguhnya, diperlukan kesehatan mental yang baik agar remaja lebih yakin akan kemampuannya dan tidak berperilaku anti sosial. Hal tersebut juga berjalan beriringan dengan misi Sustainable Development Goals yang disusun PBB terutama pada nomor 3, yaitu mengenai aspek hidup sehat dan sejahtera. 

Menyadari pentingnya bahasan mengenai kesehatan mental, dan demi mengantisipasi agar kesehatan mental remaja terjaga, mahasiswa UNDIP memberikan edukasi mengenai kesehatan mental bertajuk "What I Wish I Would've Known about Mental Health when I Was a Teenager" untuk program KKN, dimana program tersebut membahas mengenai apa yang ingin dan perlu diketahui mengenai kesehatan mental pada masa remaja. 

Tema umum program tersebut adalah Psikoedukasi Kesehatan Mental terhadap Remaja.

Bahasan dalam edukasi tersebut mencakup pengertian kesehatan mental agar meluruskan persepsi remaja terhadap kesehatan mental, dan stigma kesehatan mental. Selain itu, edukasi tersebut juga membahas mengenai stres, coping stres, dan emosi yang dapat dirasakan remaja serta cara mudah untuk mengendalikannya.

Pemberian edukasi tersebut disambut positif oleh siswa-siswi di salah satu SMP di Jatimelati, Bekasi. Siswa-siswi SMPIT Nur Hilkmah memberi antusias dengan banyak bertanya. 

Pertanyaan yang diajukan seputar bagaimana cara membedakan mental yang masih sehat dan sudah mengalami gangguan, bagaimana kondisi seseorang apabila telah mengalami gangguan mental, dan bagaimana cara mengetahui keadaan mental yang terganggu serta kapan perlu dibawa ke ranah profesional.

Dokpri
Dokpri

Siswa-siswi juga mengangkat tangan dengan antusias ketika ditanyakan mengenai stigma kesehatan mental. Selain itu, siswa-siswi SMPIT Nur Hikmah tidak ragu dan malu memberikan opininya ketika ditanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan mental. 

Bahkan, setelah sesi ditutup, siswa-siswi masih menghampiri pembicara untuk menanyakan hal-hal lain seputar kesehatan mental. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan