Mohon tunggu...
Aqil Nedhio Wibowo
Aqil Nedhio Wibowo Mohon Tunggu... Freelancer - -

Orang yang terbaik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Wawasan Kebangsaan Mahasiswa di Indonesia

13 Mei 2019   22:30 Diperbarui: 30 Juni 2021   13:23 18331
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 2 Rata-rata Nilai Responden dalam Persen di setiap Kelompok Pertanyaan/Dokpri

Terlihat di sini bahwa kondisi yang ada di lapangan terkait wawasan kebangsaan berdasarkan data yang didapatkan berada pada level sedang dimana hal ini perlu ditingkatkan lagi penanaman nilai - nilai wawasan kebangsaan terhadap masing-masing individu dengan berbagai upaya-upaya baik dari pihak eksternal maupun internal pada setiap individu.

Pola pikir masyarakat  sudah cenderung lebih dinamis dan cenderung mengikuti arus global terkadang mengesampingkan nilai-nilai luhur kebangsaan. 

Apabila kondisi ini terus berlanjut dan tidak diikuti dengan kesadaran diri, dikhawatirkan nilai - nilai dan wawasan kebangsaan yang merupakan nilai-nilai luhur yang perlu dijaga dapat luntur seiring berjalannya waktu.

Bagaimana Solusinya?

Untuk mengatasi konflik pertikaian antar kelompok masyarakat yang diakibatkan oleh isu-isu SARA, baik pemerintah dan masyarakat telah mengupayakan beberapa solusi. Salah satu solusi yang dilakukan oleh pemerintah adalah dibentuknya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). 

BPIP dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 dan bertugas untuk membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Melaksanakan penyusunan standardisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya. 

Selain dari pemerintah, pengupayaan solusi juga dilakukan oleh masyarakat. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah digelarnya Sarasehan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Madiun. 

Acara sarasehan tersebut mengambil tema "Sinergisitas Kerukunan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Menuju Kota Madiun Kondusif Menjelang Pilpres dan Pileg 2019". 

Pada kegiatan tersebut diperkirakan sebanyak 100 lebih tokoh agama dan masyarakat hadir dari berbagai latar belakang agama, yaitu Agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu serta Penghayat Kepercayaan.

Namun, solusi-solusi yang telah ditawarkan di atas hanya berfokus kepada masyarakat secara umum. Untuk generasi muda, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan diskusi atau silaturahmi kepada tokoh-tokoh nasional yang telah menerapkan Pancasila, seperti anggota BPIP kepada generasi muda. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun